Satu Hektare Harapan di Waihawa, Polres Sikka dan Petani Buktikan Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Wacana

Kegiatan pemantauan lahan jagung oleh Bhabinkamtibmas Desa Waihawa menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sinergi antara Polri, Pemerintah Desa, dan Kelompok Tani HIRO HELING berjalan baik, dengan kondisi tanaman jagung yang tumbuh optimal dan situasi tetap aman serta kondusif hingga menjelang masa panen.

Satu Hektare Harapan di Waihawa, Polres Sikka dan Petani Buktikan Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Wacana
Bhabinkamtibmas Polres Sikka Polda NTT Pantau Lahan Jagung Poktan HIRO HELING, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Tribratanewssikka.com - Maumere, 5 Maret 2026 – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaannya. 

 

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Waihawa, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, BRIPKA Stefanus Darminus, yang turun langsung memantau perkembangan tanaman jagung milik Kelompok Tani (Poktan) HIRO HELING, Rabu (04/03/2026) pukul 14.10 WITA.

 

Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan di lahan pertanian milik Poktan HIRO HELING yang berlokasi di Dusun Natarmapat, RT 008/RW 003, Desa Waihawa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pemerintah Desa Waihawa sebagai bentuk sinergitas antara aparat keamanan dan pemerintah desa dalam mengawal program ketahanan pangan yang menjadi prioritas nasional.

 

Ketua Kelompok Tani HIRO HELING, Vinsensius Hilarius, bersama 10 orang anggotanya, menyampaikan bahwa program budidaya jagung ini merupakan program utama kelompok dalam mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia terkait penguatan sektor pangan. Lahan yang digarap memiliki luas kurang lebih satu hektare dan berstatus bersertifikat, sehingga memiliki kepastian hukum dan keberlanjutan pengelolaan.

 

Tanaman jagung yang ditanam menggunakan bibit lokal sebanyak 15 kilogram tersebut mulai ditanam pada November 2025. Saat ini, usia tanaman telah mencapai kurang lebih tiga setengah bulan dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik serta terawat. Jika tidak ada kendala cuaca maupun hama, panen diperkirakan akan dilaksanakan pada akhir Maret 2026.

 

BRIPKA Stefanus Darminus dalam kesempatan tersebut tidak hanya melakukan pemantauan fisik tanaman, tetapi juga memberikan motivasi kepada para petani agar tetap konsisten dalam perawatan serta menjaga kebersamaan dalam kelompok. 

 

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri melalui Bhabinkamtibmas bukan semata menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir sebagai penggerak dan pendamping masyarakat dalam program-program strategis pemerintah.

 

“Kami ingin memastikan program ketahanan pangan ini berjalan optimal. Polri siap mendukung dan mengawal agar para petani merasa aman, nyaman, dan semangat dalam mengelola lahan mereka,” ujarnya.

 

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian tersebut menjadi simbol nyata bahwa keamanan dan kesejahteraan berjalan beriringan. Stabilitas kamtibmas yang terjaga akan berdampak langsung pada produktivitas masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Sinergitas antara Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan terus terpelihara demi mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Sikka.

 

Dengan langkah-langkah konkret seperti ini, Polri membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan bangsa. [Cm24]