“Terik Matahari Tak Halangi Personel Polres Sikka Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Dikuatkan dari Desa”

Kehadiran personel Polres Sikka di tengah terik matahari menunjukkan komitmen nyata Polri dalam mendampingi petani serta memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa, sekaligus membangun sinergi positif antara aparat dan masyarakat.

“Terik Matahari Tak Halangi Personel Polres Sikka Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Dikuatkan dari Desa”
“180 Terong dan 2.500 Buncis: Bukti Nyata Polres Sikka Hadir untuk Kesejahteraan Warga”

Tribratanewssikka.com - Maumere, 15 April 2026 – Komitmen Polres Sikka dalam mendukung program ketahanan pangan nasional tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan nyata hingga ke pelosok desa. 

Hal ini terlihat dari langkah aktif Bhabinkamtibmas Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, AIPDA Kadek Maradona yang turun langsung melakukan monitoring dan pendampingan lahan hortikultura milik warga, Rabu (15/4/2026) siang.

 

Di bawah terik matahari pukul 12.30 WITA, AIPDA Kadek Maradona menyambangi lahan pekarangan milik Maria Asriana Badhe, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berlokasi di Dusun Mbongoroga. 

 

Lahan seluas kurang lebih 30 x 30 meter persegi tersebut tampak produktif dengan ratusan tanaman terong dan ribuan tanaman buncis yang tumbuh subur.

 

Data di lapangan menunjukkan, sebanyak 180 pohon terong dan 2.500 pohon buncis telah berusia 47 hari, dirawat dengan pemupukan terencana menggunakan NPK, kalsium, KCL hingga Ultradap yang bersumber dari Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS). 

 

Status lahan yang telah bersertifikat juga menjadi indikator kuat bahwa pengelolaan pertanian dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Tidak sekadar memantau, kehadiran Bhabinkamtibmas juga membawa misi pembinaan. 

 

AIPDA Kadek Maradona memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada pemilik lahan dan masyarakat sekitar agar terus meningkatkan keterampilan dalam mengelola pertanian secara efektif, produktif, dan ramah lingkungan.

 

“Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya mendorong swasembada pangan, sekaligus mendukung langsung program Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan,” tegasnya di sela kegiatan.

 

Lebih dari itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, aparat desa, dan Polri dalam menciptakan kemandirian pangan berbasis lokal. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan, tetapi juga oleh semangat gotong royong dan konsistensi masyarakat dalam mengelola potensi yang ada.

 

Respons positif pun datang dari warga. Masyarakat menyambut baik kehadiran dan perhatian Bhabinkamtibmas yang dinilai tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut hadir sebagai penggerak pembangunan di desa.

 

Kami siap mendukung program ketahanan pangan dan bekerja sama dengan Polri,” ungkap salah satu warga setempat. Kegiatan monitoring berlangsung dalam situasi aman dan kondusif, sekaligus menjadi bukti bahwa peran Bhabinkamtibmas kini semakin strategis—tidak hanya sebagai penjaga kamtibmas, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

 

Dengan langkah-langkah konkret seperti ini, harapan menuju kemandirian pangan nasional bukan lagi sekadar wacana, melainkan perlahan menjadi kenyataan yang tumbuh dari kebun-kebun warga di pelosok negeri. [Cm24]