Jaga Kehormatan Korps, Propam Polres Sikka Gencarkan Gaktibplin dan Pengawasan Internal

Operasi Gaktibplin yang digencarkan Propam Polres Sikka menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam menegakkan disiplin, profesionalisme, dan integritas personel. Melalui pengawasan ketat dan pembinaan berkelanjutan, Polres Sikka menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran internal demi menjaga marwah institusi serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Jaga Kehormatan Korps, Propam Polres Sikka Gencarkan Gaktibplin dan Pengawasan Internal
Disiplin Diperketat, Propam Polres Sikka Sidak Kelengkapan dan Sikap Tampang Personel

Tribratanewssikka.com – Maumere, 2 Juni 2026— Mentari pagi baru saja menembus langit Maumere ketika suasana berbeda mulai terasa di Lapangan Apel Markas Komando Polres Sikka, Selasa (2/6/2026). 

Udara yang biasanya berjalan tenang berubah menjadi lebih tegas, lebih disiplin, dan sarat kewibawaan. Ratusan personel berdiri berjajar rapi dengan sikap tegap, menanti satu per satu proses pemeriksaan dalam Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) yang digelar Unit Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Sikka.

 

Di bawah sorot matahari pagi yang perlahan meninggi, pemeriksaan dilakukan secara ketat dan menyeluruh. Mulai dari sikap tampang, kerapihan seragam, kelengkapan atribut dinas, identitas diri, surat-surat kendaraan, hingga standar penampilan personel diperiksa secara detail. Setiap unsur kedisiplinan menjadi perhatian, seolah menegaskan satu pesan penting: kehormatan institusi dimulai dari ketertiban internal.

 

Operasi Gaktibplin itu dipimpin langsung oleh Kasie Propam Polres Sikka, AKP Fransiskus Somba Say, sosok yang sejak awal pelaksanaan kegiatan tampil dengan sikap tegas dan penuh atensi terhadap pentingnya penegakan disiplin di lingkungan kepolisian.

 

Bagi Propam, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin atau formalitas kelembagaan. Lebih dari itu, Gaktibplin dipandang sebagai instrumen penting untuk memastikan setiap anggota Polri tetap berada pada koridor aturan, etika profesi, dan tanggung jawab moral sebagai aparat penegak hukum.

 

Di hadapan barisan personel yang berdiri tertib di lapangan apel, AKP Fransiskus Somba Say kembali menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama profesionalisme Polri dalam menjaga kepercayaan publik.

 

Menurutnya, anggota kepolisian tidak cukup hanya menuntut masyarakat untuk tertib hukum, tetapi terlebih dahulu harus mampu menertibkan diri sendiri dalam sikap, perilaku, maupun pelaksanaan tugas sehari-hari.

 

“Unit Propam tidak akan pernah bosan untuk terus menggencarkan Operasi Gaktibplin demi menjaga marwah institusi dan menekan segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun. Disiplin adalah harga mati bagi setiap anggota Polri,” tegas AKP Fransiskus Somba Say di sela-sela kegiatan pemeriksaan.

 

Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap profesionalisme aparat penegak hukum, Propam Polres Sikka memilih berdiri di garis terdepan sebagai pengawal integritas internal. Setiap bentuk pelanggaran, sekecil apa pun, dinilai berpotensi menggerus kepercayaan publik yang selama ini dibangun melalui kerja keras institusi.

 

Karena itu, operasi penegakan disiplin dilakukan bukan untuk mencari kesalahan personel, melainkan menjadi langkah pembinaan agar seluruh anggota tetap berjalan pada rel pengabdian yang benar.

 

Ketegasan Propam terlihat jelas sepanjang pelaksanaan kegiatan. Pemeriksaan dilakukan secara objektif tanpa pandang bulu. Tidak ada toleransi terhadap kelalaian yang dapat memengaruhi citra institusi. Bagi jajaran Propam, kedisiplinan bukan sesuatu yang dapat ditawar, melainkan prinsip dasar yang harus melekat dalam karakter setiap insan Bhayangkara.

 

Tidak hanya menyasar aspek administratif dan penampilan luar, Operasi Gaktibplin juga menjadi ruang evaluasi moral dan penguatan etika profesi. Sebab, tantangan tugas kepolisian dewasa ini tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga integritas personal yang kuat dalam menjalankan amanah negara.

 

Di tengah terik matahari yang mulai menyelimuti lapangan apel, seluruh personel tampak mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan penuh kesadaran dan sikap profesional. Tidak terlihat wajah-wajah lengah ataupun sikap abai. Atmosfer disiplin terasa begitu kuat, mencerminkan keseriusan Polres Sikka dalam membangun kultur kerja yang humanis, profesional, modern, dan terpercaya.

 

Operasi Gaktibplin yang digelar secara rutin tersebut sekaligus menjadi pesan tegas kepada seluruh anggota bahwa Polres Sikka tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelanggaran internal yang dapat mencederai nama baik institusi. Setiap kekeliruan akan menjadi perhatian serius, bahan evaluasi, sekaligus momentum pembinaan agar kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat terus meningkat.

 

Di bawah cahaya mentari pagi yang terus menghangatkan halaman Mapolres Sikka, semangat penegakan disiplin itu kembali digaungkan dengan satu keyakinan yang sama: menjaga kehormatan institusi Polri bukan sekadar slogan yang diucapkan dalam apel atau seremoni, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, pengawasan yang konsisten, integritas yang kokoh, dan keteladanan tanpa henti. Bagi Polres Sikka, disiplin bukan hanya aturan—tetapi nafas pengabdian. [Cm24]