Liga Soeratin U-17 dan Pertiwi 2026 Segera Bergulir, Ditpamobvit Polda NTT Perkuat Mitigasi Keamanan

Kegiatan Risk Assessment oleh Ditpamobvit Polda NTT merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan keamanan dan mengantisipasi potensi kerawanan dalam penyelenggaraan Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 dan Pertiwi Tahun 2026 di Kabupaten Sikka. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif, serta akan dilanjutkan dengan survei lokasi pertandingan di Lapangan Gelora Samador Maumere.

Liga Soeratin U-17 dan Pertiwi 2026 Segera Bergulir, Ditpamobvit Polda NTT Perkuat Mitigasi Keamanan
Jelang Liga Soeratin U-17 dan Pertiwi 2026, Ditpamobvit Polda NTT Petakan Potensi Kerawanan di Sikka

Maumere, 17 July 2026. Tribratanewssikka.com – Persiapan penyelenggaraan Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 putra dan Pertiwi putri Tahun 2026 di Kabupaten Sikka memasuki tahapan penting. Menjelang bergulirnya kompetisi sepak bola pelajar yang diproyeksikan menjadi salah satu agenda olahraga bergengsi di daerah tersebut, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Nusa Tenggara Timur turun langsung melakukan Risk Assessment guna memastikan seluruh aspek keamanan dan keselamatan penyelenggaraan pertandingan dipersiapkan secara matang.

Kegiatan Risk Assessment tersebut berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, sekitar pukul 19.30 Wita, bertempat di Aula Kantor Camat Alok, Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

 

Kehadiran Tim Risk Assessment Ditpamobvit Polda NTT menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan pengamanan kompetisi Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 putra dan Pertiwi putri Tahun 2026. 

 

Langkah tersebut menunjukkan bahwa aspek keamanan tidak ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan menjadi salah satu fondasi utama dalam memastikan seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

 

Risk Assessment dilakukan sebagai upaya untuk memetakan potensi kerawanan, mengidentifikasi risiko, serta menilai kesiapan berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan sepak bola. Mulai dari kesiapan lokasi, pengamanan, akses keluar-masuk, potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga berbagai kemungkinan situasi yang dapat muncul sebelum, selama, maupun setelah pertandingan.

 

Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Perpol Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Pertandingan Olahraga. Regulasi tersebut menjadi pijakan penting dalam memastikan bahwa setiap pertandingan sepak bola yang melibatkan banyak peserta dan penonton harus diselenggarakan dengan memperhatikan standar keamanan serta manajemen risiko yang terukur.

 

Tim Risk Assessment Ditpamobvit Polda NTT dipimpin oleh Panit 2 Subdit Wisata, AKP Jhonry Suryantho, S.H., M.H., selaku Ketua Tim. Ia didampingi PS. Kaur Keu Subagrenmin, IPTU Cyrius R. G. Dato, S.H., PS. Panit 2 Subdit Audit, IPDA Charley M. Tlonan, S.T., serta Banit 1 Subdit Wisata, BRIPKA Mesakh Amalo.

 

Dalam kegiatan tersebut, Tim Risk Assessment juga berkoordinasi dengan Ketua Umum Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 putra dan Pertiwi putri Tahun 2026, Rudolf M. Cherubim Newar, M.Tr.I.P., beserta sejumlah anggota.

 

Koordinasi tersebut menjadi bagian strategis dalam menyatukan aspek teknis penyelenggaraan dengan kebutuhan pengamanan di lapangan. Sebab, sebuah pertandingan sepak bola tidak hanya berbicara mengenai kompetisi dan prestasi, tetapi juga menyangkut mobilisasi pemain, official, perangkat pertandingan, penonton, serta berbagai pihak lain yang terlibat dalam kegiatan.

 

Dengan demikian, kesiapan pengamanan menjadi faktor krusial untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, baik yang bersumber dari persoalan teknis maupun potensi gesekan di tengah dinamika pertandingan.

 

Kegiatan Risk Assessment oleh Ditpamobvit Polda NTT di wilayah hukum Polres Sikka dijadwalkan berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 15 Juli 2026 hingga 18 Juli 2026. Pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan Surat Perintah Ditpamobvit Polda NTT Nomor: Sprin/330/VII/HUK.6.6./2026, tanggal 14 Juli 2026.

 

Tidak berhenti pada koordinasi awal, Tim Risk Assessment dijadwalkan melanjutkan kegiatan dengan melakukan survei langsung ke lokasi yang direncanakan menjadi tempat pelaksanaan Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 putra dan Pertiwi putri Tahun 2026, yakni Lapangan Gelora Samador Maumere, pada Jumat, 17 Juli 2026.

 

Survei lapangan tersebut akan menjadi tahapan penting untuk melihat secara langsung kondisi lokasi pertandingan serta berbagai aspek yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan pengamanan. Dari hasil survei tersebut diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan pengamanan dan langkah-langkah antisipasi yang perlu dipersiapkan.

 

Kehadiran Ditpamobvit Polda NTT dalam tahapan persiapan ini sekaligus mempertegas komitmen kepolisian untuk memastikan setiap penyelenggaraan kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat luas dapat berlangsung dengan standar keamanan yang baik.

 

Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 dan Pertiwi Tahun 2026 sendiri diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda, pencarian bibit-bibit atlet potensial, serta wadah untuk menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan pelajar.

 

Karena itu, keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suksesnya penyelenggaraan kompetisi. Pertandingan yang berlangsung aman dan tertib akan memberikan ruang yang lebih luas bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi official, penonton, dan seluruh masyarakat yang hadir.

 

Seluruh rangkaian kegiatan Risk Assessment berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Kegiatan tersebut berakhir sekitar pukul 20.30 Wita. Langkah awal yang dilakukan Ditpamobvit Polda NTT ini menjadi sinyal kuat bahwa penyelenggaraan Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 putra dan Pertiwi putri Tahun 2026 di Kabupaten Sikka dipersiapkan secara serius. Bukan sekadar mengejar kemeriahan pertandingan, tetapi juga memastikan bahwa setiap tahapan penyelenggaraan memiliki perencanaan keamanan yang matang, terukur, dan mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan.

 

Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, diharapkan kompetisi sepak bola pelajar tersebut dapat berlangsung sukses, aman, tertib, serta melahirkan tidak hanya pertandingan yang berkualitas, tetapi juga generasi muda yang menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persatuan. [Cm24]