MBG di Sikka Kian Masif: Ribuan Pelajar, Ibu Hamil dan Balita Terima Asupan Bergizi

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka pada Sabtu, 23 Mei 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sebanyak 39.354 porsi makanan bergizi berhasil disalurkan kepada peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan tenaga pendidik melalui 17 SPPG aktif dari total 18 SPPG yang tersedia, tanpa ditemukan kendala dalam proses pendistribusian. Monitoring dilakukan oleh personel Unit II Ekonomi Sat Intelkam Polres Sikka untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran.

MBG di Sikka Kian Masif: Ribuan Pelajar, Ibu Hamil dan Balita Terima Asupan Bergizi
Dari Kota hingga Pelosok, Program MBG Presiden Jangkau 39 Ribu Penerima di Sikka

Tribratanewssikka.com - Maumere, 25 Mei 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka terus menunjukkan geliat nyata dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita. 

 

Pada Sabtu, 23 Mei 2026 sejak pukul 08.30 WITA, pendistribusian MBG kembali berlangsung serentak di berbagai wilayah Kabupaten Sikka dengan pengawasan ketat aparat keamanan guna memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

 

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, sebanyak 39.354 porsi makanan bergizi berhasil disalurkan kepada para penerima manfaat yang tersebar di sejumlah sekolah dan posyandu di wilayah Kabupaten Sikka. 

 

Distribusi dilakukan melalui 17 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi dari total 18 SPPG yang telah memperoleh rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

 

Program ini menyasar kelompok prioritas, mulai dari peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, tenaga pendidik, hingga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita yang terdaftar di berbagai posyandu.

 

Di wilayah Kecamatan Alok, lima dapur SPPG aktif melayani ribuan penerima manfaat. SPPG Kota Uneng 01 mendistribusikan lebih dari dua ribu porsi kepada siswa berbagai sekolah dan penerima manfaat posyandu dengan menu bergizi berupa nasi putih, ayam goreng, tumis sayuran, tempe orek, dan buah semangka. Sementara dapur lain di kawasan Kota Uneng turut menyajikan variasi menu berbahan protein hewani dan nabati seperti telur, ayam, tahu, tempe, hingga aneka sayuran dan buah sebagai bagian dari standar gizi yang telah ditentukan.

 

Di Kecamatan Alok Timur, tiga dapur SPPG melayani ribuan penerima manfaat yang tersebar di sekolah maupun posyandu. Menu yang disajikan bervariasi mulai dari nasi merah, ikan berbumbu, telur, tumisan sayur, hingga buah segar seperti pepaya dan jeruk, sebagai upaya menjaga keseimbangan nutrisi penerima manfaat.

 

Sementara itu, di Kecamatan Kangae, dua dapur SPPG menjadi salah satu titik distribusi terbesar dengan total ribuan porsi makanan tersalurkan kepada siswa sekolah dasar hingga menengah serta kelompok posyandu. Begitu pula di Kecamatan Kewapante, Nita, Koting, Lela, Waigete, Paga hingga Talibura, pelaksanaan program berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

 

Meski demikian, terdapat satu dapur SPPG di wilayah Kecamatan Alok Barat, yakni SPPG Wailiti yang dikelola Yayasan Peduli Nian Tana Flores (PINFLO), untuk sementara menghentikan operasional pendistribusian. Penghentian ini dilakukan karena adanya proses perbaikan Instalasi Pembuangan Akhir Limbah (IPAL) guna memastikan standar kebersihan dan kesehatan tetap terpenuhi sebelum kembali beroperasi.

 

Pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sikka mengacu pada petunjuk teknis Badan Gizi Nasional dengan sistem penyajian makanan basah dan kering yang mengutamakan unsur gizi seimbang. Setiap paket makanan terdiri dari komponen utama berupa nasi, lauk pauk berprotein, sayuran, dan buah-buahan guna memenuhi kebutuhan nutrisi harian penerima manfaat.

 

Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat yang digagas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan gizi yang memadai. Implementasinya difokuskan pada lingkungan pendidikan dan kelompok rentan demi mencegah stunting, meningkatkan kesehatan anak, serta menunjang kualitas belajar peserta didik.

 

Hingga berakhirnya proses pendistribusian pada hari tersebut, belum ditemukan hambatan berarti di lapangan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan lancar. Personel Unit II Ekonomi Sat Intelkam Polres Sikka turut melakukan monitoring secara intensif guna memastikan penyaluran berlangsung tertib, tepat sasaran dan tanpa gangguan.

 

Keberhasilan distribusi puluhan ribu porsi makanan bergizi ini menjadi gambaran kuat bahwa sinergi pemerintah, yayasan penyelenggara, tenaga pendidikan, layanan kesehatan, dan aparat pengamanan mampu menghadirkan pelayanan gizi yang semakin merata bagi masyarakat Kabupaten Sikka.[Cm24]