"Pencurian hingga Judi Pasar Jadi Atensi, Kapolres Sikka Jadikan Anev Mingguan Panggung Evaluasi Kinerja dan Penegasan Disiplin”
Pelaksanaan Anev Mingguan Tingkat Polres Sikka menjadi momentum evaluasi strategis terhadap situasi kamtibmas, kinerja penanganan perkara, serta penguatan disiplin internal anggota. Kapolres Sikka memberi penekanan serius terhadap meningkatnya kasus pencurian, maraknya perjudian di pasar, penyalahgunaan BBM subsidi, hingga optimalisasi pelaksanaan KRYD dan kegiatan preemtif. Sementara itu, Wakapolres menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian kasus serta keaktifan para perwira dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan. Secara umum, kegiatan berlangsung aman dan kondusif serta menghasilkan sejumlah penekanan penting sebagai arah kebijakan pelaksanaan tugas kepolisian ke depan.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 25 Mei 2026– Di tengah meningkatnya dinamika gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sikka, jajaran Polres Sikka menggelar kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Mingguan Tingkat Polres Sikka Minggu ke-III Bulan Mei Tahun 2026 yang berlangsung di Mako Polsek Alok, Senin pagi (25/5/2026).

Forum evaluasi internal tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin kelembagaan, melainkan tampil sebagai ruang konsolidasi strategis yang memotret kondisi riil keamanan daerah sekaligus menegaskan arah kebijakan kepolisian dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA itu dipimpin langsung Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, S.I.K., didampingi Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., serta dihadiri para pejabat utama Polres Sikka mulai dari Kabag, Kasat, Kasi, para Kapolsek jajaran hingga peserta rapat Anev lainnya.

Atmosfer rapat berlangsung serius namun penuh penekanan strategis. Sejak awal pembukaan, Anev mingguan ditegaskan bukan hanya sebatas forum penyampaian laporan formal, melainkan instrumen penting untuk membaca denyut keamanan wilayah, mengevaluasi pelaksanaan tugas, sekaligus merumuskan langkah kebijakan yang lebih adaptif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolres Sikka menegaskan bahwa kegiatan Analisa dan Evaluasi memiliki nilai penting sebagai sarana membangun kesadaran kolektif seluruh personel dalam memahami situasi terkini sekaligus mengantisipasi dinamika yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan lebih besar.
“Berbagai informasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir harus menjadi bahan evaluasi bersama dan dijadikan dasar pengambilan kebijakan dalam pelaksanaan tugas ke depan,” demikian penegasan yang menjadi spirit utama pelaksanaan Anev mingguan tersebut.
Kapolres juga mengingatkan bahwa mekanisme evaluasi tidak boleh berhenti di tingkat Polres semata. Seluruh satuan fungsi, bagian maupun Polsek jajaran diwajibkan melaksanakan kegiatan Anev secara berjenjang sesuai fungsi masing-masing sebagai bentuk pengawasan internal dan peningkatan kualitas kinerja institusi.
Forum Anev kali ini turut diwarnai paparan komprehensif Kabag Ops Polres Sikka AKP I Wayam Oka Deswanta.,S.E., yang membeberkan berbagai indikator situasi kamtibmas selama Minggu ke-III Mei 2026. Mulai dari rekapitulasi jumlah kasus kriminal, tingkat keaktifan pelaporan DORS, rincian perkara yang terjadi, evaluasi kecelakaan lalu lintas, hingga daftar kejadian menonjol selama sepekan terakhir menjadi bagian dari bahan analisis yang dipaparkan secara menyeluruh.
Tak hanya itu, penyelesaian perkara, anatomi sejumlah kasus, rekapitulasi pelayanan Call Center 110, hingga tindak lanjut penanganan persoalan balap liar juga masuk dalam fokus evaluasi, menandai keseriusan Polres Sikka dalam memperkuat sistem respons cepat terhadap berbagai bentuk gangguan keamanan masyarakat.
Namun, salah satu sorotan paling kuat dalam Anev tersebut datang dari penekanan Kapolres Sikka terhadap meningkatnya angka pencurian yang terjadi di wilayah hukum Polres Sikka. Secara khusus, Kapolres menaruh perhatian serius terhadap belum terungkapnya sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (ranmor), sebuah persoalan yang dinilai memerlukan langkah cepat, terukur, dan lebih progresif dari jajaran fungsi reserse maupun kewilayahan.
Lonjakan kasus pencurian tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh personel agar tidak bekerja secara biasa-biasa saja, melainkan memperkuat pola deteksi, patroli, serta respons investigasi yang lebih efektif.
Dalam forum itu pula, Kapolres kembali menegaskan pentingnya pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai instrumen pencegahan gangguan keamanan. Menurutnya, KRYD bukan sekadar formalitas kegiatan rutin, tetapi kewajiban yang harus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari upaya preventif menjaga stabilitas kamtibmas.
Langkah preemtif juga menjadi perhatian utama. Kapolres meminta peningkatan koordinasi lintas fungsi, khususnya antara Intelkam dan Binmas melalui penguatan program Sabuk Kamtibmas guna membangun deteksi dini sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap aman.
Tidak kalah tegas, isu penyalahgunaan BBM subsidi ikut menjadi perhatian khusus dalam rapat tersebut. Kapolres secara terang memberi atensi agar tidak ada satu pun personel Polres Sikka yang terlibat ataupun membekingi praktik penyimpangan distribusi BBM subsidi.
Penegasan itu mencerminkan komitmen institusi untuk menjaga integritas anggota di tengah tingginya sensitivitas publik terhadap penyalahgunaan energi bersubsidi.
Sementara itu, dalam konteks pengamanan aksi unjuk rasa, Kapolres menekankan prinsip kepemimpinan lapangan. Para perwira diminta berdiri di barisan paling depan ketika pengamanan dilakukan sebagai langkah pengendalian situasi sekaligus memastikan tidak terjadi tindakan berlebihan maupun anarkis dari personel di lapangan.
Aspek disiplin internal turut mendapat sorotan tajam. Personel yang melaksanakan piket diingatkan agar hadir tepat waktu serta tidak menggunakan seragam setengah dinas saat menjalankan tugas. Penegasan disiplin ini dipandang penting dalam membangun profesionalisme pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Menariknya, di luar isu keamanan konvensional, Kapolres juga mendorong pendekatan produktif bagi Polsek jajaran dengan meminta pemanfaatan lahan kosong di lingkungan kantor polisi untuk dijadikan area perkebunan. Gagasan tersebut dipandang sebagai bagian dari optimalisasi aset sekaligus penguatan ketahanan internal institusi.
Persoalan perjudian yang disebut semakin marak di area pasar juga menjadi pembahasan serius. Para Kapolsek jajaran diminta segera menyusun sprint pengamanan pasar sebagai langkah preventif sekaligus memperkuat kehadiran aparat dalam menekan praktik perjudian yang berpotensi memicu gangguan sosial lebih luas.
Di sisi lain, Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., dalam arahannya menekankan pentingnya penyelesaian perkara secara maksimal di tingkat Polsek jajaran. Ia meminta para perwira tidak bersikap pasif menghadapi berbagai persoalan yang muncul di masyarakat maupun internal anggota.
Menurut Wakapolres, setiap persoalan membutuhkan respons cepat, solusi konkret, dan kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan. Penundaan penyelesaian persoalan dinilai hanya akan memperbesar potensi konflik dan memperlambat pelayanan terhadap masyarakat.
Wakapolres juga memberi penekanan khusus kepada Kasat Reskrim agar terus melakukan pemantauan terhadap kasus-kasus yang sedang berjalan sehingga tidak terjadi stagnasi dalam proses penanganannya.
Setelah berlangsung hampir dua jam, kegiatan Analisa dan Evaluasi Mingguan Tingkat Polres Sikka akhirnya berakhir sekitar pukul 09.50 WITA dalam keadaan aman dan kondusif. Namun lebih dari sekadar rapat rutin, Anev kali ini memperlihatkan satu pesan kuat: di tengah meningkatnya tantangan keamanan, Polres Sikka tengah berupaya membangun pola kerja yang lebih disiplin, responsif, dan terukur melalui evaluasi berkala yang tidak hanya membaca angka, tetapi juga menuntut tindakan nyata di lapangan. [Cm24]


