"Menjaga Asa Revolusi Pangan: Ikhtiar Senyap Polres Sikka Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lumbung Gizi"
Jajaran Polres Sikka (Polsek Paga, Bola, dan Kewapante) melaksanakan monitoring dan pendampingan program Lahan Pekarangan Bergizi guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 8 April 2026 – Di bawah langit Nian Tana Sikka yang menyengat, sebuah narasi besar sedang dirajut bukan melalui moncong senjata, melainkan lewat jemari yang berlumur tanah dan benih yang menyapa bumi.

Polres Sikka, di bawah komando Kapolres Sikka, membuktikan bahwa peran kepolisian kini telah bertransformasi melampaui batas-batas rigid penegakan hukum; mereka kini hadir sebagai dirigen dalam simfoni ketahanan pangan nasional.

Selasa, 7 April 2026, menjadi saksi bisu bagaimana akselerasi Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia diterjemahkan dengan presisi oleh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Sikka. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kehadiran negara di tengah ladang-ladang rakyat.

Di Kecamatan Paga, Aipda Maxi Milianus Epu, sosok Polisi Penggerak yang tak canggung turun ke pematang, melakukan pemantauan intensif di Desa Kotandelu.
Di atas lahan seluas 500 meter persegi milik Ibu Maslina Maga, Kelompok Wanita Tani (KWT) Petani Milenium sedang membuktikan bahwa kemandirian pangan dimulai dari pekarangan rumah. Sebanyak 300 pohon buncis dan 175 pohon mentimun tumbuh sebagai simbol perlawanan terhadap ketergantungan pasar. Dengan sentuhan pupuk Urea dan NPK yang dikelola secara swadaya, kolaborasi ini menegaskan bahwa semangat gotong royong adalah pupuk terbaik bagi kedaulatan bangsa.
Bergeser ke wilayah Polsek Bola, tepatnya di Desa Kloangpopot, jejak serupa ditinggalkan oleh Aipda Armando. Di Dusun Wualadu, lahan seluas 625 meter persegi yang telah bersertifikat milik Bernadeta Buluk disulap menjadi lumbung sayuran hijau.
KWT Wain Talin mengolah tanah ini dengan dedikasi tinggi, menanam cabai besar dan tomat yang siap menyuplai kebutuhan nutrisi warga sekaligus menggerakkan roda ekonomi mikro di pasar-pasar lokal. Kehadiran petugas di sini bukan sekadar mengawasi, namun memberikan suntikan motivasi agar keringat para petani wanita ini berbuah kemandirian yang berkelanjutan.
Tak kalah progresif, di Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Bhabinkamtibmas Aipda Herman Muka melakukan pengawalan terhadap aset vital desa melalui BUMDES Maju Makmur. Di atas lahan yang lebih luas, sekitar 0,8 hektar, komoditas Pepaya Kalifornia dan cabai menjadi primadona.
Langkah ini adalah sebuah desain strategis. Dengan melibatkan BUMDES, program ketahanan pangan ini tidak hanya berhenti pada urusan "perut", tetapi naik kelas menjadi urusan "kesejahteraan".
Aipda Herman Muka secara tajam menekankan bahwa edukasi mengenai pengelolaan lahan yang efisien dan ramah lingkungan adalah kunci agar tanah Sikka tetap ramah bagi generasi mendatang. Koordinasi lintas sektor dengan Kanit Binmas dan pemerintah desa setempat memastikan bahwa program ini berjalan dalam koridor swasembada yang terukur.
Apa yang dilakukan oleh para garda terdepan Polres Sikka ini adalah pesan tajam bagi kita semua: bahwa ketahanan pangan adalah urusan kedaulatan yang tidak bisa ditawar. Polisi bukan lagi penonton dalam isu sosial-ekonomi, melainkan aktor penggerak yang memastikan setiap jengkal tanah rakyat menjadi produktif.
Ketajaman visi ini terlihat dari bagaimana setiap giat dilakukan dengan cara-cara yang humanis namun disiplin. Membimbing dari persiapan lahan, pembibitan, hingga memastikan hasil panen sampai ke meja-meja pasar. Ini adalah kerja sunyi yang menggigit; sebuah upaya memutus rantai kerawanan pangan dengan tindakan, bukan sekadar retorika.
Hingga matahari tergelincir di ufuk barat Sikka, situasi dilaporkan tetap aman dan kondusif. Namun, di balik ketenangan itu, ada ribuan benih yang mulai bertunas—menjanjikan masa depan di mana masyarakat Sikka tak lagi cemas akan pangan, karena mereka memilikinya tepat di samping rumah mereka sendiri, dijaga dan didorong oleh tangan-tangan kokoh berseragam cokelat. [Cm24]


