Nelayan Paga Kembali ke Pangkuan Bumi Sikka, Negara Hadir Mengawal Kepulangan Setelah Terombang-ambing di Laut Alor

Kepulangan dua nelayan asal Kecamatan Paga yang sempat terdampar di Kabupaten Alor mencerminkan kuatnya kolaborasi antarinstansi dan kepedulian negara terhadap keselamatan warganya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh nilai kemanusiaan.

Nelayan Paga Kembali ke Pangkuan Bumi Sikka, Negara Hadir Mengawal Kepulangan Setelah Terombang-ambing di Laut Alor
“Nyaris Dua Pekan Hilang di Laut, Dua Nelayan Paga Kembali ke Pangkuan Keluarga”

Tribratanewssikka.com - Maumere, 9 Februari 2026 — Haru, syukur, dan rasa lega menyelimuti Bandara Frans Seda Maumere pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. Dua nelayan asal Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut dan sempat terdampar di Kabupaten Alor, akhirnya kembali dengan selamat ke tanah kelahiran mereka. 

Kepulangan kedua nelayan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin keselamatan warganya, khususnya para nelayan kecil yang menggantungkan hidup pada laut. Kedua nelayan tersebut, Anwar Mahmud (35) dan Norisius Sapa (31), tiba di Maumere sekitar pukul 07.15 WITA menggunakan pesawat Wings Air. 

 

Proses pemulangan keduanya difasilitasi sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Sosial, yang sejak awal aktif melakukan koordinasi lintas daerah guna memastikan keselamatan dan kepulangan para korban.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah, pada Rabu, 4 Februari 2026, Pemkab Sikka mengutus Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Bapak Kristianus Amstrong, SST, untuk secara langsung menjemput kedua nelayan di Kabupaten Alor. 

 

Langkah cepat dan terukur ini menjadi bagian dari upaya kemanusiaan sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat warganya.

 

Setibanya di Bandara Frans Seda Maumere, kedua nelayan disambut langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan unsur Forkopimda Kabupaten Sikka. 

 

Hadir dalam penjemputan tersebut antara lain Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supryadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Adrianus Firminus Parera, SE, M.Si, Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S., M.Tr.Opsla, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Anggota DPRD Dapil IV Antonius Hendrikus Rebu, serta Plt. Kepala BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing, ST., MT., M.Sc.

 

Usai penjemputan, sekitar pukul 08.00 WITA, kedua nelayan didampingi oleh Anggota DPRD dan Sekretaris Dinas Sosial bertolak menuju Kecamatan Paga menggunakan kendaraan roda empat. 

 

Perjalanan kepulangan tersebut menjadi momen penuh emosi, menandai berakhirnya masa sulit setelah hampir dua pekan terpisah dari keluarga. Antusiasme dan rasa syukur masyarakat tampak jelas saat rombongan tiba di Jembatan Kaliwajo, Kecamatan Paga, sekitar pukul 09.00 WITA. 

 

Pemerintah Desa Paga, Pemerintah Kecamatan Paga, serta masyarakat setempat menyambut kepulangan kedua nelayan dengan iringan perarakan menuju Desa Paga. Tangis haru, doa, dan ucapan syukur mengiringi langkah keduanya, menegaskan kuatnya ikatan sosial dan solidaritas masyarakat pesisir.

 

Sekitar pukul 10.00 WITA, rombongan tiba di kediaman Norisius Sapa di Desa Paga. Di lokasi tersebut dilaksanakan acara syukuran sebagai ungkapan terima kasih atas keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. 

 

Kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan, dengan pengamanan dari personel Polsek Paga guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

 

Diketahui, kedua nelayan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu, 25 Januari 2026, saat melaut di perairan Kecamatan Paga. Setelah berhari-hari terombang-ambing di laut, keduanya akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh masyarakat Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Penemuan ini menjadi titik terang setelah pencarian dan kekhawatiran keluarga yang terus menanti kabar.

 

Seluruh rangkaian kegiatan penjemputan dan kepulangan dua nelayan asal Kecamatan Paga tersebut berakhir pada pukul 12.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan peristiwa ini. [Cm24]