Soliditas Jadi Harga Mati, Wakapolres Sikka Serukan Kekompakan Personel Dalam Apel Jam Pimpinan
Apel Pagi dan Jam Pimpinan Polres Sikka pada Senin, 23 Februari 2026, menegaskan pentingnya soliditas, disiplin, dan loyalitas internal. Wakapolres Sikka KOMPOL Nofi Posu.,S.H.,S.I.K.,M.H.,menekankan agar tidak ada personel yang saling menjatuhkan atau menjadi pengkhianat dalam institusi, serta mengajak seluruh anggota menjaga kekompakan, profesionalisme, dan mendekatkan diri kepada Tuhan dalam menjalankan tugas.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 23 Februari 2026 – Semangat kebersamaan dan penegasan disiplin kembali digaungkan dalam Apel Pagi dan Jam Pimpinan seluruh personel Polres Sikka dan Polsek jajaran yang digelar pada Senin (23/2/2026) pukul 08.00 WITA, bertempat di Lapangan Apel Polres Sikka, Jalan Jenderal A. Yani No. 01, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Apel yang berlangsung hingga pukul 08.25 WITA tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Barisan personel berseragam lengkap tampak berdiri tegap, mencerminkan kesiapan dan komitmen dalam mengemban tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Sikka.

Sebelum memasuki Jam Pimpinan, kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) AKP I Nyoman Karwadi, S.H. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pengecekan kehadiran personel, laporan situasi kamtibmas wilayah hukum Polres Sikka, serta laporan kondisi tahanan.
Usai laporan Pawas, apel dilanjutkan dengan Jam Pimpinan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Sikka, KOMPOL Nofi Posu, S.H., S.I.K., M.H. Dengan suara lantang, Wakapolres membuka apel dengan ucapan “Selamat pagi!” yang dijawab tegas dan penuh semangat oleh seluruh peserta apel.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Wakapolres memerintahkan seluruh personel untuk saling berhadapan dan menyampaikan kalimat motivasi, “Kamu luar biasa.” Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salam lintas agama sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan penguatan toleransi di lingkungan institusi.
Dalam arahannya, Wakapolres Sikka menyampaikan pesan tegas agar seluruh personel menjaga soliditas dan tidak menjadi pengkhianat di dalam tubuh institusi.
“Tidak boleh ada yang menjadi Pengkhianat di dalam tubuh Kepolisian.”
Ungkapan tersebut menjadi penekanan kuat agar tidak ada personel yang saling menjatuhkan, memecah belah, atau membangun sekat-sekat internal. Wakapolres mengingatkan bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada kekompakan, loyalitas, dan integritas setiap anggotanya. Ia juga menegaskan pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.
Berdasarkan rekapitulasi, ketidakhadiran sebagian personel disebabkan oleh pelaksanaan tugas kedinasan seperti piket, lepas piket, PAM Obvit, tugas luar, pendidikan dan pengembangan (Dikbang), cuti, izin, maupun sakit.
Beberapa satuan dengan kekuatan personel antara lain: Sat Samapta: 49 personel (12 hadir, lainnya piket, lepas piket, PAM Obvit), Sat Lantas: 29 personel (18 hadir), Sat Reskrim: 32 personel (8 hadir, lainnya piket dan tugas), Sat Intelkam: 21 personel (10 hadir), Sidokkes: 9 personel (8 hadir), Seksi Propam: 10 personel (8 hadir). Sementara bagian Sihumas, Sihukum, Sitik, Keuangan, dan Pengawasan tercatat dalam kondisi lengkap.
Untuk Polsek jajaran, kehadiran rata-rata berkisar antara 8 hingga 18 personel per Polsek, dengan mayoritas ketidakhadiran disebabkan pelaksanaan piket dan lepas piket. Tidak terdapat personel tanpa keterangan (TK), baik di tingkat Polres maupun Polsek. Hal ini menunjukkan sistem pengendalian disiplin dan kehadiran berjalan efektif dan terkendali.
Sebagai penutup amanat, Wakapolres mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan agar hati tetap teduh, pikiran jernih, serta senantiasa mendapatkan perlindungan dalam pelaksanaan tugas.
Apel pagi bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momentum evaluasi, konsolidasi, dan penguatan komitmen. Soliditas dan disiplin yang ditegaskan dalam apel ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan pelayanan kepolisian berjalan optimal di wilayah Kabupaten Sikka.
Dengan berakhirnya apel dalam keadaan aman dan kondusif, seluruh personel kembali ke fungsi masing-masing untuk melanjutkan tugas pelayanan kepada masyarakat. [CM24]


