Propam Polres Sikka Polda NTT Tegaskan Marwah Institusi, Soliditas Dan Loyalitas Bukan Sekadar Slogan

Kegiatan apel lanjutan dan Operasi Gaktibplin yang dipimpin Propam Polres Sikka menjadi penegasan tegas bahwa loyalitas, integritas, dan soliditas adalah harga mati bagi setiap personel. Tidak ada ruang bagi pengkhianatan maupun pelanggaran disiplin. Propam menegaskan komitmen untuk bertindak tanpa kompromi demi menjaga kehormatan dan marwah institusi.

Propam Polres Sikka Polda NTT Tegaskan Marwah Institusi, Soliditas Dan Loyalitas Bukan Sekadar Slogan
Propam Polres Sikka Polda NTT Tegaskan Loyalitas Tanpa Kompromi, Gaktibplin Jadi Momentum Bersih-Bersih Internal

Tribratanewssikka.com - Maumere, 23 Februari 2026 – Suasana Lapangan Apel Markas Komando Polres Sikka, Senin pagi (23/2/2026), mendadak berubah tegang. Usai apel jam pimpinan, barisan perwira, bintara, dan ASN belum dibubarkan. Tongkat komando apel berpindah tangan. Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) mengambil alih.

 

Di bawah komando Kasie Propam AKP Fransiskus Somba Say, barisan kembali dirapatkan. Tidak ada yang bergerak. Tidak ada yang berbicara. Semua mata tertuju ke depan. Momentum itu bukan sekadar lanjutan apel. Ia menjadi penegasan keras tentang loyalitas, integritas, dan harga diri seorang anggota Polri.

 

Dalam amanatnya, AKP Fransiskus Somba Say menegaskan kembali atensi pimpinan yang sebelumnya telah disampaikan. Ia mengingatkan bahwa setiap personel Polri, khususnya di lingkungan Polres Sikka, wajib menjaga soliditas dan tidak menjadi penghianat di dalam tubuh institusi.

 

Dengan nada tegas dan tatapan tajam, ia menyampaikan pesan yang menggema di lapangan apel:

 

Jangan menjadi penghianat dalam tubuh institusi. Hargai institusimu. Hargai rekan kerjamu. Bangun kekompakan. Jadilah merah putih, jangan menjadi pahlawan di balik sesuatu yang tidak benar. Itu bukan keberanian, itu pengkhianatan.”

 

Kalimat itu bukan sekadar retorika. Aura yang terpancar jelas menunjukkan bahwa pesan tersebut adalah peringatan serius, bukan basa-basi apel pagi.

 

Suasana apel terasa berat. Tegangan terlihat di wajah sejumlah personel. Propam, sebagai penjaga marwah institusi, menegaskan bahwa loyalitas bukan hanya slogan, melainkan harga mati.

 

Kasie Propam menegaskan, jika di kemudian hari terungkap adanya oknum yang bermain di balik layar, menjadi “pahlawan palsu”, atau mencederai institusi, maka Propam tidak akan ragu mengambil tindakan tegas sesuai aturan. Pernyataan itu menjadi alarm bagi siapa pun yang mencoba menggerogoti kepercayaan publik terhadap Polri dari dalam.

 

Jika nanti terkuak siapa pengkhianatnya, Propam tidak akan segan-segan bertindak,” tegasnya.

 

Pesan tersebut mengandung makna jelas: pengawasan internal berjalan, dan tidak ada ruang aman bagi pelanggar disiplin maupun pengkhianat institusi.

 

Tidak berhenti pada isu loyalitas, AKP Fransiskus Somba Say juga menyentil persoalan integritas pribadi. Ia mengingatkan agar setiap anggota tidak tergoda kepentingan duniawi yang dapat merusak nama baik diri sendiri maupun institusi.

 

Hargai dirimu. Jangan menjual harga diri demi hal-hal duniawi hingga lupa bahwa ada institusi yang telah membesarkan namamu. Jaga mulut. Jaga sikap. Jangan menjadi pengkhianta,” ujarnya lugas.

 

Ungkapan tersebut menjadi penekanan bahwa disiplin tidak hanya soal kelengkapan administrasi atau kerapian seragam, tetapi juga soal etika, sikap, dan kontrol diri dalam bertugas maupun dalam kehidupan sosial.

 

Usai penyampaian atensi, kegiatan langsung dilanjutkan dengan Operasi Penegakan dan Penertiban Disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh personel yang mengikuti apel.

 

Operasi ini meliputi pemeriksaan sikap tampang, kelengkapan administrasi pribadi, identitas, hingga standar kedisiplinan lainnya. Tidak ada pengecualian. Perwira, bintara, maupun ASN diperiksa secara menyeluruh sebagai bentuk komitmen kesetaraan dalam penegakan aturan.

 

Langkah ini menjadi pesan kuat bahwa disiplin tidak boleh tebang pilih. Di hadapan Propam, semua personel memiliki kewajiban yang sama untuk taat aturan.

 

Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas internal. Ia menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Polres Sikka untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga kehormatan institusi.

 

Di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks dan sorotan publik yang kian tajam terhadap kinerja aparat penegak hukum, soliditas internal menjadi fondasi utama.

 

Apel yang awalnya berjalan biasa itu berakhir dengan pesan yang kuat: Loyalitas tidak bisa dinegosiasikan. Integritas tidak bisa ditawar. Dan kehormatan institusi harus dijaga bersama.

 

Dengan pelaksanaan Gaktibplin tersebut, Propam Polres Sikka menegaskan bahwa pengawasan internal bukan sekadar formalitas, melainkan benteng terakhir untuk memastikan setiap anggota tetap berada di rel disiplin dan kehormatan sebagai Bhayangkara Negara. [CM24]