Tim Psikologi Polri Pulihkan Trauma Pengungsi Gempa Flores, 140 Warga Sikka Ikuti Trauma Healing
Kegiatan trauma healing oleh Tim Psikologi Polda NTT, Polda Bali, dan Bag SDM Polres Sikka menjadi langkah nyata dalam membantu memulihkan kondisi psikologis 140 warga terdampak gempa, khususnya anak-anak. Melalui terapi, permainan, bernyanyi, hiburan, dan bantuan logistik, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan di tengah pengungsian, tetapi juga menegaskan kehadiran Polri dalam mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan pascabencana.
Maumere, 23 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Di tengah suasana duka dan kecemasan yang masih membayangi warga pascagempa bumi Flores, upaya pemulihan tidak hanya dilakukan melalui bantuan logistik dan penanganan kebutuhan dasar. Sentuhan psikologis juga menjadi bagian penting dalam memastikan para penyintas, terutama anak-anak, mampu bangkit dari rasa takut dan tekanan akibat bencana.

Hal itu terlihat dalam kegiatan trauma healing yang digelar Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT bersama Tim Psikologi Biro SDM Polda Bali dan Bag SDM Polres Sikka di dua lokasi pengungsian di Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA tersebut dipusatkan di Posko Tanggap Bencana halaman Kantor DPRD Kabupaten Sikka dan halaman Kantor Bupati Sikka, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.

Sebanyak 140 warga terdampak gempa bumi mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas orang dewasa dan anak-anak yang hingga kini masih berada dalam situasi pengungsian akibat bencana.

Di halaman Kantor DPRD Kabupaten Sikka, tercatat 80 orang mengikuti kegiatan, terdiri dari 30 orang dewasa dan 50 anak-anak. Sementara di halaman Kantor Bupati Sikka, terdapat 60 orang, dengan rincian 20 orang dewasa dan 40 anak-anak.

Kegiatan tersebut dipimpin Kasubagdalpers Bag SDM Polres Sikka Ipda A. Rusyudi Mangge, S.Psi, didampingi personel Biro SDM Polda NTT, Tim Psikologi Biro SDM Polda Bali serta personel Bag SDM Polres Sikka.
Hadir pula Kasubbagsipol Biro SDM Polda NTT Kompol Prasetyo Dwi Laksono, S.Psi, Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, S.E., serta empat personel Tim Psikologi Biro SDM Polda Bali yang dipimpin Iptu Nyoman Trijaya Putra, S.Psi.
Di lokasi pengungsian, suasana perlahan diubah dari kepanikan menjadi ruang interaksi yang lebih cair. Tim trauma healing menggunakan pendekatan psikologis yang disesuaikan dengan kondisi para penyintas, termasuk melalui Terapi Useft, permainan (games), bernyanyi bersama serta berbagai kegiatan hiburan.
Bagi anak-anak yang mengalami langsung guncangan gempa, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengalihkan perhatian dari ketakutan sekaligus membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri.
Trauma akibat bencana tidak selalu terlihat secara kasatmata. Rasa takut, kecemasan, sulit tidur, mudah terkejut, hingga keengganan kembali ke rumah dapat menjadi bagian dari respons psikologis seseorang setelah mengalami peristiwa bencana.
Karena itu, kehadiran tim psikologi di tengah pengungsi menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana. Bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan emosional warga yang terdampak.
Di tengah kondisi pengungsian, permainan, nyanyian dan interaksi langsung menjadi medium untuk menciptakan kembali suasana yang lebih ringan. Anak-anak diberi ruang untuk tertawa dan bermain, sementara orang dewasa juga mendapatkan pendampingan dalam menghadapi tekanan psikologis akibat bencana.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa respons kepolisian terhadap bencana tidak semata-mata berkutat pada pengamanan lokasi dan distribusi bantuan. Pemulihan masyarakat menjadi bagian dari kehadiran negara ketika warga sedang berada dalam situasi paling rentan.
Tim Psikologi Polda NTT, Polda Bali dan Bag SDM Polres Sikka turun langsung ke lokasi pengungsian untuk membangun kembali semangat para penyintas. Kehadiran personel di tengah warga menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit tersebut seorang diri. Selain memberikan layanan trauma healing, tim juga membawa bantuan untuk mendukung kebutuhan warga di dua titik kegiatan.
Bantuan yang disalurkan berupa dua dos air kemasan ukuran 500 mililiter, minyak goreng, enam dos snack dan makanan ringan, serta dua dos Pop Mie. Dalam laporan kegiatan juga tercatat bantuan “Saeunh” sebanyak dua dos.
Bantuan tersebut memang tidak serta-merta menghapus penderitaan akibat bencana. Namun, di tengah keterbatasan dan situasi pengungsian, setiap bentuk kepedulian memiliki arti penting bagi warga yang sedang berjuang menata kembali kehidupan mereka.
Gempa bumi meninggalkan lebih dari sekadar kerusakan fisik. Ia juga meninggalkan ingatan tentang guncangan, kepanikan dan ketidakpastian. Karena itu, proses pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh.
Kehadiran tim psikologi di posko pengungsian menjadi salah satu ikhtiar untuk memastikan bahwa dampak bencana tidak berkembang menjadi beban psikologis berkepanjangan, terutama bagi anak-anak.
Melalui pendekatan yang humanis, para penyintas diajak kembali berinteraksi, bermain, bernyanyi dan membangun suasana positif di tengah kehidupan pengungsian yang penuh keterbatasan.
Pesan yang dibawa kegiatan tersebut sederhana namun kuat: pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah yang rusak, tetapi juga membangun kembali keberanian orang-orang yang kehilangan rasa aman.
Setelah berlangsung selama sekitar empat jam, seluruh rangkaian kegiatan trauma healing berakhir pada pukul 13.00 WITA. Kegiatan berjalan dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Dua lokasi kegiatan tersebut—halaman Kantor DPRD Kabupaten Sikka dan halaman Kantor Bupati Sikka—hari itu tidak hanya menjadi tempat berteduh bagi warga yang terdampak gempa. Tempat tersebut juga menjadi ruang untuk menyalakan kembali optimisme.
Di tengah bencana yang mengguncang Flores, pemulihan psikologis menjadi bagian dari perjuangan untuk bangkit. Sebab, ketika bangunan dapat diperbaiki dan kebutuhan logistik dapat dipenuhi, ada satu hal yang juga harus dipulihkan: keberanian warga untuk kembali menatap hari esok. [Cm24]


