45.399 Porsi MBG Tersalurkan di Kabupaten Sikka, Distribusi Serentak di 16 SPPG Berjalan Aman dan Lancar

Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka pada 24 Februari 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar melalui 16 SPPG di sembilan kecamatan dengan total 45.399 porsi tersalurkan kepada peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan tenaga pendidik.

45.399 Porsi MBG Tersalurkan di Kabupaten Sikka, Distribusi Serentak di 16 SPPG Berjalan Aman dan Lancar
Langkah Nyata Membangun Generasi Sehat, 45.399 Porsi MBG Tersalurkan Aman di Sikka

Tribratanewssikka.com - Maumere, 26 Februari 2026 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan denyut implementasinya di daerah. Pada Selasa (24/2/2026) pukul 08.30 WITA, pendistribusian MBG di wilayah Kabupaten Sikka berlangsung serentak melalui 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah mengantongi rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

 

Sebanyak 45.399 porsi makanan bergizi berhasil disalurkan kepada para penerima manfaat, mencakup peserta didik dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita di posyandu, serta tenaga pendidik. Distribusi berjalan tertib, aman, dan tanpa kendala berarti.

 

Program unggulan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia ini dirancang sebagai intervensi strategis dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Di Kabupaten Sikka, implementasinya menyasar sekolah-sekolah dan posyandu secara langsung, memastikan asupan gizi seimbang benar-benar diterima kelompok prioritas.

 

Menu yang disajikan mengikuti standar pusat pelayanan MBG, yakni kombinasi makanan basah dan kering yang terdiri dari nasi, lauk pauk berprotein, sayur-sayuran, serta buah. Komposisi tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian para penerima manfaat.

 

Sebanyak 16 dapur SPPG tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Sikka. Kecamatan Alok menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni lima dapur, dengan total distribusi mencapai lebih dari 14 ribu porsi.

 

Di Kecamatan Alok Timur, tiga SPPG menyalurkan ribuan porsi kepada sekolah dan posyandu di wilayah Waioti dan Nangameting. Sementara itu, Kecamatan Alok Barat melalui SPPG Wailiti mencatat distribusi 3.400 porsi.

 

Kecamatan Kangae turut berkontribusi signifikan melalui dua dapur SPPG di Bolawolon dan Watuliwung. Adapun Kecamatan Kewapante, Nita, Koting, Lela, dan Waigete masing-masing menjalankan distribusi melalui satu dapur aktif dengan jumlah porsi yang stabil dan terdistribusi sesuai data penerima manfaat.

 

Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan representasi nyata dari upaya kolektif dalam membangun generasi sehat dan produktif di Kabupaten Sikka.

 

Seluruh rangkaian kegiatan pendistribusian MBG turut dimonitoring oleh Personel Unit II Ekonomi Sat Intelkam Polres Sikka. Kehadiran aparat bertujuan memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur serta mengantisipasi potensi hambatan di lapangan.

 

Hingga kegiatan berakhir, tidak ditemukan kendala teknis maupun gangguan keamanan. Proses penyaluran berlangsung tertib, mulai dari tahap persiapan di dapur, pengemasan, hingga distribusi ke titik-titik penerima.

 

Program MBG tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga tentang masa depan. Asupan gizi yang memadai berkontribusi langsung terhadap peningkatan konsentrasi belajar siswa, kesehatan ibu dan anak, serta penurunan risiko stunting.

 

Di Kabupaten Sikka, implementasi hari ini menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, yayasan pelaksana, dan aparat pengawas mampu berjalan harmonis. Dengan capaian 45.399 porsi dalam satu hari distribusi, komitmen terhadap pemenuhan gizi masyarakat tampak nyata dan terukur.

 

Jika konsistensi ini terus dijaga, maka Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan, melainkan fondasi kuat menuju generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Situasi terpantau aman, distribusi lancar, dan seluruh penerima manfaat mendapatkan haknya sesuai peruntukan. [CM24]