Kebakaran Hebat Saat Fajar Luluhlantakkan Rumah Warga di Waigete, Seluruh Harta Benda Hangus Dilalap Api
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Jumat, 10 Juli 2026, sekitar pukul 04.30 WITA di Dusun Wairbleler, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, menghanguskan satu unit rumah semi permanen milik Heronimus Huro beserta seluruh harta benda di dalamnya. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, namun korban mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp150.000.000. Dugaan sementara, sumber api berasal dari bagian langit-langit rumah, sedangkan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Maumere 10 Juli 2026. Tribratanewssikka.com – Musibah kebakaran kembali mengguncang Kabupaten Sikka. Sebuah rumah semi permanen milik Heronimus Huro (53), warga Dusun Wairbleler RT 09/RW 005, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, hangus dilalap si jago merah pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.30 WITA.

Kobaran api yang begitu cepat membesar meluluhlantakkan seluruh bangunan beserta isinya hingga rata dengan tanah. Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran terjadi ketika sebagian besar warga masih terlelap. Saat itu, Heronimus Huro bersama anggota keluarganya sedang tidur di dalam rumah. Tanpa diduga, ia terbangun karena merasakan suhu di dalam rumah berubah menjadi sangat panas.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Heronimus segera membuka pintu kamarnya untuk memastikan keadaan. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati kobaran api telah membakar bagian plafon atau langit-langit rumah serta sebagian dinding di ruang belakang. Api yang terus membesar membuat situasi berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik.
Tanpa membuang waktu, Heronimus langsung membangunkan seluruh anggota keluarganya. Dalam kondisi panik, mereka berusaha menyelamatkan diri dengan keluar melalui pintu belakang rumah sebelum kobaran api menjalar ke seluruh bangunan.
Sesaat setelah berhasil keluar, korban berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Teriakan tersebut segera mengundang perhatian warga yang berdatangan untuk memberikan bantuan.
Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius karena keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut diperparah oleh tiupan angin yang cukup kencang sehingga api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.
Dalam waktu singkat, bangunan semi permanen berukuran sekitar 5 x 11 meter itu tidak lagi mampu diselamatkan. Kobaran api menghanguskan seluruh bangunan beserta harta benda yang berada di dalamnya.
Sejumlah barang berharga milik korban yang ikut musnah terbakar antara lain satu buah sertifikat tanah, berbagai dokumen penting berupa KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Akta Nikah, uang tunai sebesar Rp500.000, dua unit telepon genggam merek Vivo, seluruh pakaian milik keluarga, berbagai perabot dan perlengkapan rumah tangga, lima karung jagung, serta lima karung padi. Tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan dari amukan api.
Peristiwa tersebut turut disaksikan oleh warga sekitar, di antaranya Maria Kasiasi (56) dan Antonius Sareng (55), yang kemudian membantu memberikan pertolongan bersama masyarakat lainnya. Meski warga berupaya semaksimal mungkin memadamkan kobaran api, keterbatasan air menyebabkan api terus berkobar hingga menghanguskan seluruh bangunan.
Tak lama setelah menerima laporan, personel Piket SPKT Regu III segera mendatangi lokasi kejadian di bawah pimpinan AIPTU G.M. Tendy bersama anggota. Petugas langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, menghimpun keterangan dari korban dan para saksi, serta melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan korban, sumber api diduga berasal dari bagian langit-langit rumah. Meski demikian, penyebab pasti munculnya api masih belum dapat dipastikan dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Akibat musibah tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta. Nilai kerugian tersebut mencakup bangunan rumah beserta seluruh harta benda yang berada di dalamnya.
Di balik besarnya kerugian materiil yang dialami, terdapat satu hal yang patut disyukuri. Seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri sebelum kobaran api menguasai seluruh bangunan. Tidak ada korban jiwa maupun korban yang mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada malam hingga dini hari ketika sebagian besar penghuni rumah sedang beristirahat. Sementara itu, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan rumah milik Heronimus Huro tersebut. [Cm24]


