Seabad Lebih Gereja Santo Ignatius Loyola Sikka, Perayaan Iman Berjalan Khidmat di Bawah Pengamanan Polres Sikka Polda NTT
Ibadah Misa Perayaan Syukur 125 Tahun Gereja Santo Ignatius Loyola Sikka berlangsung khidmat, aman, dan lancar, mencerminkan kuatnya harmoni antara iman, budaya lokal, serta sinergi yang baik antara masyarakat, gereja, dan aparat kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 9 Februari 2025 – Suasana khidmat, penuh sukacita, dan sarat nilai sejarah mewarnai Ibadah Misa Perayaan Syukur 125 Tahun Berdirinya Gereja Santo Ignatius Loyola Sikka yang berlangsung pada Minggu sore, 8 Februari 2026, di Gereja Santo Ignatius Loyola, Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka.

Perayaan iman ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Gereja dalam menumbuhkan kehidupan rohani umat sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Ibadah misa yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Yang Mulia Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, didampingi para imam konselebran.

Ribuan umat Katolik dari berbagai paroki tampak memadati area gereja untuk mengikuti perayaan ekaristi sebagai ungkapan syukur atas 125 tahun keberadaan Gereja Santo Ignatius Loyola Sikka yang telah menjadi pusat pembinaan iman, pendidikan, dan pelayanan sosial bagi masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi penjemputan Uskup dan para imam konselebran yang berlangsung sarat makna budaya. Kehadiran para pemimpin gereja disambut secara adat melalui tarian tradisional dan sapaan adat oleh tokoh masyarakat Sikka, Bapak Tamela.
Nuansa adat yang kental berpadu harmonis dengan perayaan liturgi, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang tetap hidup berdampingan dengan nilai-nilai iman Kristiani. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan perarakan menuju altar, menandai dimulainya perayaan misa syukur.
Dalam homilinya, Uskup Maumere menekankan makna syukur atas perjalanan panjang Gereja yang telah melewati berbagai tantangan zaman, sekaligus mengajak umat untuk terus menjaga semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian sosial.
Perayaan 125 tahun ini, menurutnya, bukan hanya mengenang usia bangunan atau institusi gereja, tetapi juga merefleksikan pertumbuhan iman umat yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh damai. Umat mengikuti perayaan ekaristi hingga selesai dengan suasana doa yang mendalam, menjadikan perayaan ini sebagai peristiwa iman yang berkesan dan bermakna.
Guna menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar, Polsek Lela melaksanakan pengamanan sesuai Surat Perintah Nomor: Sprin/19/II/2026/Sek. Lela.
Pengamanan dipimpin dengan melibatkan enam personel, yakni Aiptu Gregorius G. Sina, Aipda Jefrianus Soko, Aipda Gervasius G. Masa, Aipda Febronius Luis, Bripka Longginus Manu, dan Bripka Yoannis Ofan.
Kehadiran aparat kepolisian di lokasi kegiatan memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat serta panitia penyelenggara. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa adanya gangguan kamtibmas. Arus lalu lintas di sekitar lokasi gereja juga terkelola dengan baik, sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai rencana hingga selesai.
Perayaan Misa Syukur 125 Tahun Gereja Santo Ignatius Loyola Sikka ini tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga mencerminkan kuatnya sinergi antara gereja, tokoh adat, masyarakat, dan aparat keamanan.
Harmoni antara iman, budaya, dan keamanan yang tercipta dalam perayaan ini menjadi gambaran nyata kehidupan toleransi dan kebersamaan yang terus dijaga di Kabupaten Sikka.
Melalui momentum bersejarah ini, Gereja Santo Ignatius Loyola Sikka diharapkan terus menjadi terang dan garam bagi masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam membangun kehidupan sosial yang damai, rukun, dan bermartabat di Bumi Flores. [Cm24]


