Seribu Umat, Satu Iman: Tablo Jumat Agung di Palue Berjalan Aman dan Penuh Hikmat

Kegiatan Tablo Jumat Agung di Paroki Ave Maria Bintang Laut Uwa, Kecamatan Palue, berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Partisipasi umat yang tinggi serta sinergi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat mampu menciptakan situasi yang kondusif selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Seribu Umat, Satu Iman: Tablo Jumat Agung di Palue Berjalan Aman dan Penuh Hikmat
Pengawalan Humanis Aparat, Ribuan Umat Ikuti Tablo Jumat Agung di Palue dengan Khidmat dan Aman

Tribratanewssikka.com - Maumere, 3 April 2026– Suasana hening dan penuh makna religius menyelimuti wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, pada Jumat (03/04/2026) pagi. 

Sekitar seribu umat Katolik dari Paroki Ave Maria Bintang Laut Uwa memadati jalur prosesi untuk mengikuti kegiatan Tablo Jumat Agung, sebuah tradisi iman yang menggambarkan kisah sengsara hingga wafatnya Yesus Kristus di kayu salib.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WITA ini berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan, menelusuri sejumlah titik penting di wilayah Desa Maluriwu hingga berakhir di Gereja Ave Maria Bintang Laut, Dusun Uwa.

 

Prosesi Tablo dipimpin langsung oleh RD. Anjelus Aryanto, Pr., yang dengan penuh penghayatan membimbing umat dalam setiap perhentian Jalan Salib. 

 

Sebanyak 14 perhentian dilalui, mulai dari saat Yesus dijatuhi hukuman mati hingga dimakamkan, yang masing-masing menggambarkan penderitaan dan pengorbanan mendalam dalam iman Kristiani.

 

Rute yang dilalui dimulai dari Pelabuhan Krica Palue, kemudian bergerak melewati Jalan Pati Pani di Dusun Wololai, berlanjut ke Jalan Japong di Dusun Nio Bo’o, menuju Dusun Mude Mi, hingga akhirnya tiba di Dusun Uwa sebagai titik akhir prosesi.

 

Di balik kekhidmatan kegiatan tersebut, peran aparat keamanan turut menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran jalannya prosesi. Pengawalan dilakukan secara langsung oleh Ka Sub Sektor Palue AIPDA Yohanis F. Massar bersama anggota Bhabinkamtibmas BRIPKA Januarius M.P. Mbasa. Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mencerminkan pendekatan humanis Polri dalam mengawal kegiatan keagamaan masyarakat.

 

Meski hanya melibatkan dua personel Polri, pengamanan turut diperkuat oleh partisipasi elemen masyarakat, di antaranya 10 orang dari PSHT serta 12 orang dari THS/THM yang membantu mengatur jalannya arus umat sepanjang rute prosesi.

 

Sinergi antara aparat dan masyarakat ini terbukti efektif dalam menciptakan situasi yang kondusif. Tidak terlihat adanya gangguan berarti selama kegiatan berlangsung. 

 

Umat mengikuti setiap tahapan prosesi dengan tertib, sementara petugas dengan sigap mengatur jalur pergerakan demi menghindari kepadatan dan potensi gangguan keamanan.

 

Kegiatan Tablo ini tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi, kebersamaan, dan kedewasaan masyarakat dalam menjaga ketertiban di ruang publik. 

 

Di tengah keterbatasan personel, pengamanan tetap berjalan optimal berkat koordinasi yang baik serta kesadaran kolektif masyarakat. Sekitar pukul 10.30 WITA, seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan lancar. Situasi secara umum terpantau aman, tertib, dan kondusif.

 

Momentum Jumat Agung di Palue ini menjadi gambaran nyata bahwa harmoni antara iman, budaya, dan keamanan dapat berjalan beriringan, menghadirkan suasana religius yang tidak hanya menyentuh sisi spiritual, tetapi juga memperkuat nilai persaudaraan dan ketertiban sosial di tengah masyarakat. [Cm24]