"Kawal Agenda Akademik, Polres Sikka Pastikan Kuliah Tamu Universitas Muhammadiyah Maumere Berjalan Aman, Tertib, dan Kondusif."
Kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Maumere menjadi momentum penting dalam memperkuat pendidikan karakter mahasiswa sebagai fondasi membangun generasi Islam yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan berkemajuan. Melalui penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, mahasiswa didorong menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, adaptif menghadapi tantangan global, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan pengamanan personel Polres Sikka.
Maumere, 6 Juli 2026. Tribratanewssikka.com – Di tengah derasnya arus globalisasi, revolusi digital, dan perubahan sosial yang terus bergerak cepat, penguatan karakter generasi muda menjadi salah satu agenda paling strategis dalam dunia pendidikan tinggi.

Kesadaran itulah yang melatarbelakangi Universitas Muhammadiyah Maumere menyelenggarakan Kuliah Tamu bertajuk "Strategi Penguatan Pendidikan Karakter Mahasiswa Muhammadiyah" pada Senin (6/7/2026), di Aula Lantai III Universitas Muhammadiyah Maumere, Jalan Sudirman, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.
Kegiatan akademik yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus forum ilmiah bagi sivitas akademika untuk memperkuat paradigma pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman, berintegritas, serta memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan kemanusiaan.
Kuliah tamu menghadirkan Pakar Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Amira Mawardi, S.Ag., M.Si., sebagai narasumber utama. Kehadirannya disambut antusias oleh ratusan peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, hingga rombongan Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah Makassar yang meliputi pimpinan pondok, tenaga pendidik, para pembina, serta santri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere Drs. Daniel Fernandes, M.Si., Wakil Rektor III Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Kemahasiswaan Abdul Kholiq, S.E., M.M., para dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur akademik yang memenuhi aula kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, dilanjutkan sambutan Deputi Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere sebelum memasuki sesi inti berupa penyampaian materi oleh narasumber.
Dalam paparannya, Dr. Amira Mawardi menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan sekadar proses pembentukan perilaku baik, melainkan sebuah ikhtiar membangun manusia seutuhnya. Menurutnya, mahasiswa Muhammadiyah harus dipersiapkan menjadi insan yang memiliki akidah yang lurus, kualitas ibadah yang benar, akhlak mulia, kecerdasan intelektual, kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, kemandirian, sekaligus memiliki komitmen kuat terhadap dakwah amar ma'ruf nahi munkar.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah memiliki orientasi yang jauh lebih luas dibanding pembentukan moral individu semata. Pendidikan tersebut diarahkan untuk melahirkan kader umat sekaligus kader bangsa yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui ilmu pengetahuan, pengabdian, dan keteladanan.
"Pendidikan karakter Muhammadiyah berpijak pada Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan semangat dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Tujuannya adalah membentuk manusia yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga saleh secara sosial, mampu memberi manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari pembangunan bangsa," jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa konsep tersebut sejalan dengan visi besar Islam Berkemajuan, yakni Islam yang menghadirkan pencerahan, membebaskan manusia dari kebodohan, mencerdaskan kehidupan, sekaligus mendorong lahirnya masyarakat yang maju, adil, inklusif, dan bermartabat.
Melalui pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), mahasiswa didorong untuk membangun karakter berakhlakul karimah, memiliki wawasan keilmuan yang luas, kepemimpinan yang kuat, semangat filantropi, kepedulian terhadap persoalan umat, serta kesiapan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Menurut Dr. Amira, sedikitnya terdapat sembilan karakter utama yang harus dimiliki mahasiswa Muhammadiyah, yakni memiliki tauhid yang kokoh, disiplin dalam menjalankan tanggung jawab, berakhlak mulia, memiliki semangat dakwah, berjiwa pemimpin, mandiri, cinta ilmu pengetahuan, peduli terhadap kehidupan sosial, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, tidak cukup diajarkan melalui teori di ruang kuliah, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan kampus melalui berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik.
Karena itu, pendidikan karakter diterapkan secara menyeluruh melalui pembelajaran AIK, aktivitas organisasi kemahasiswaan seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dakwah kampus, hingga keteladanan para dosen dan tenaga kependidikan.
Selain itu, budaya disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kebersihan, etika akademik, dan semangat melayani masyarakat terus dibangun sebagai kebiasaan yang melekat dalam kehidupan kampus sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Amira juga mengingatkan bahwa mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi, derasnya pengaruh budaya global, penyalahgunaan media sosial, menurunnya etika dan moral, meningkatnya sikap individualisme, munculnya paham radikalisme dan intoleransi, ancaman penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga rendahnya budaya literasi menjadi persoalan nyata yang harus diantisipasi bersama.
Menurutnya, apabila tidak diimbangi dengan penguatan karakter, berbagai tantangan tersebut berpotensi menggerus identitas generasi muda sekaligus melemahkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk terus memperkuat keimanan melalui ibadah yang konsisten, aktif mengikuti kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, membangun budaya membaca dan diskusi ilmiah, mengembangkan kemampuan kepemimpinan melalui organisasi, memperluas kepedulian sosial lewat kegiatan kemanusiaan, serta memanfaatkan teknologi digital secara cerdas, produktif, dan bertanggung jawab.
Integritas akademik, disiplin, kejujuran, serta etika dalam setiap aktivitas pendidikan juga menjadi fondasi yang harus terus dijaga agar lulusan perguruan tinggi mampu tampil sebagai pribadi yang dipercaya masyarakat.
Melalui kuliah tamu ini, Universitas Muhammadiyah Maumere menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Islam yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, berkemajuan, sekaligus siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.00 Wita dengan doa penutup. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme.
Untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, Polres Sikka melaksanakan pengamanan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor: Sprin/431/VII/PAM.3.3./2026 tanggal 2 Juli 2026. Pengamanan dipimpin Wakapolsek Alok, IPDA Laurensius Laka, bersama personel yang telah ditugaskan, sehingga kegiatan berlangsung kondusif tanpa adanya gangguan keamanan maupun ketertiban. [An17]


