“Keributan Pecah di Eks Pasar Geliting, Polres Sikka Bergerak Cepat Redam Konflik dan Cegah Situasi Memburuk”
Keributan di Eks Pasar Geliting dipicu ketidakpuasan penjual ikan terhadap tindakan penertiban oleh relawan penjaga Satpol PP, yang berkembang menjadi aksi protes, pembakaran ban, hingga pengrusakan fasilitas warga. Respons cepat personel Polres Sikka bersama Polsek Kewapante berhasil meredam ketegangan, melakukan pengamanan, serta mencegah konflik meluas sehingga situasi kembali kondusif.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 4 Juni 2026 – Ketegangan yang selama ini membayangi polemik penertiban aktivitas jual beli di kawasan Eks Pasar Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, akhirnya pecah menjadi keributan terbuka pada Rabu (3/6/2026).

Perselisihan antara para penjual ikan dengan relawan penjaga Eks Pasar Geliting dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka memuncak menjadi aksi protes yang diwarnai konsumsi minuman keras, pembakaran ban di badan jalan, hingga dugaan tindakan pengrusakan fasilitas milik warga.
Peristiwa yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu sempat menciptakan situasi tegang di sepanjang Jalan Nairoa–Geliting. Aparat kepolisian dari Polres Sikka bersama Polsek Kewapante akhirnya turun tangan melakukan pengamanan untuk mencegah konflik berkembang lebih luas dan mengganggu stabilitas keamanan masyarakat di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, benih ketegangan bermula sekitar pukul 12.00 Wita, ketika relawan penjaga Eks Pasar Geliting mendapati sejumlah penjual ikan kembali melakukan aktivitas jual beli di area eks pasar yang sebelumnya telah ditertibkan pemerintah. Keberadaan para pedagang di lokasi itu disebut dianggap melanggar ketentuan penataan pasar yang sedang diberlakukan.
Dalam upaya penertiban tersebut, relawan penjaga disebut mengambil tindakan tegas dengan mengamankan bahkan membuang ikan dagangan milik para penjual yang kedapatan berjualan di area tersebut. Langkah ini diduga menjadi pemantik kemarahan para pedagang yang merasa dirugikan oleh tindakan penertiban tersebut.
Tak berselang lama, bara ketegangan mulai berubah menjadi gelombang protes terbuka. Sekitar pukul 15.30 Wita, sekelompok penjual ikan terlihat berkumpul di pinggir Jalan Nairoa–Geliting. Situasi perlahan memanas ketika kelompok tersebut menggelar aksi spontan berupa pembakaran ban di badan jalan sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan penertiban yang mereka anggap tidak adil.
Di tengah kepulan asap hitam yang membumbung di udara, kelompok penjual ikan juga dilaporkan mengonsumsi minuman keras sambil menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan relawan penjaga eks pasar.
Tidak hanya itu, mereka turut menyuarakan tuntutan agar kebijakan relokasi tidak hanya diberlakukan terhadap pedagang ikan semata, tetapi juga diterapkan secara menyeluruh kepada para pemilik kios kelontong yang masih berjualan di sepanjang ruas Jalan Nairoa–Geliting agar dipindahkan ke Pasar Wairkoja.
Aksi protes yang awalnya berupa demonstrasi ketidakpuasan itu kemudian berubah menjadi lebih destruktif ketika situasi memasuki sore menjelang malam. Sekitar pukul 18.10 Wita, suasana dilaporkan semakin tidak terkendali setelah sekelompok massa diduga melakukan aksi pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas milik warga.
Sasaran pertama adalah papan reklame milik Counter Agil Cell yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tidak berhenti di situ, amarah massa diduga berlanjut dengan merusak sebuah gerobak jualan kopi dan kue milik seorang warga bernama Ibu Titin yang berada di depan counter tersebut. Insiden ini tidak hanya memunculkan keresahan warga sekitar, tetapi juga menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta.
Meningkatnya eskalasi situasi mendorong aparat keamanan bergerak cepat. Sekitar pukul 19.00 Wita, Piket Siaga Satintelkam Polres Sikka tiba di lokasi guna melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terkait peristiwa tersebut. Bersama AIPDA Yoseph Puri Koles, S.H., selaku Kanit IK Polsek Kewapante, aparat melakukan pemetaan situasi serta deteksi dini untuk mengantisipasi kemungkinan aksi susulan yang berpotensi memperkeruh kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tak lama kemudian, pada pukul 19.20 Wita, personel Piket SPKT Polres Sikka di bawah pimpinan IPDA Hendrikus Parus, S.Fil bersama piket fungsi lainnya bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan keributan. Di lokasi, mereka bergabung dengan jajaran Polsek Kewapante yang dipimpin langsung oleh IPTU Chairil Syafar beserta anggotanya untuk melakukan pengamanan dan meredam situasi yang sempat memanas.
Langkah persuasif kemudian ditempuh aparat dengan memberikan imbauan kepada kelompok penjual ikan, pihak relawan, serta masyarakat sekitar agar menghentikan aktivitas yang berpotensi memicu konflik lanjutan. Warga diminta kembali ke rumah masing-masing, sementara aparat melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna memastikan tidak terjadi aksi balasan maupun gangguan keamanan lainnya.
Meski sempat diwarnai ketegangan yang cukup tinggi, hingga malam hari situasi di kawasan Eks Pasar Geliting dilaporkan mulai berangsur kondusif. Aparat keamanan masih terus melakukan pemantauan intensif mengingat persoalan relokasi dan penertiban aktivitas perdagangan di kawasan tersebut dinilai masih menyisakan potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.[Cm24]


