Polres Sikka Polda NTT Kawal Ketahanan Pangan, Jagung Hibrida BISI 18 di Wairkoja Tumbuh Menjanjikan
Kegiatan pengecekan tanaman jagung hibrida BISI 18 Program Ketahanan Pangan TA. 2025 di Desa Wairkoja Kabupaten Sikka berjalan aman, tertib, dan lancar. Tanaman jagung tumbuh dengan baik dan sehat, pengelolaan oleh BUMDes serta kelompok tani berjalan aktif, meskipun masih terdapat kendala cuaca dan hama yang akan segera ditangani melalui pemupukan lanjutan dan penyemprotan hama.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 8 Januari 2026 — Komitmen Polres Sikka Polda Nusa Tenggara Timur dalam mendukung dan mengawal Program Ketahanan Pangan Nasional terus ditunjukkan secara nyata di lapangan.

Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas dan fungsi pembinaan masyarakat, jajaran Polsek Kewapante melaksanakan pengecekan langsung terhadap tanaman jagung hibrida BISI 18 yang dikelola masyarakat di Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.
Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2025, sekitar pukul 10.00 WITA, bertempat di lahan pertanian Dusun Wairlong, RT 09 RW 04, Desa Wairkoja. Hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Wairkoja BRIPKA Dami Daty bersama Kanit Binmas Polsek Kewapante AIPDA Yosep P. Koles, S.H., sebagai wujud pendampingan dan pengawasan berkelanjutan terhadap program strategis pemerintah di sektor pangan.
Lahan pertanian yang dilakukan pengecekan merupakan lahan jagung seluas kurang lebih 3 hektare atau sekitar 30.000 meter persegi, yang dikelola oleh BUMDes Subur Makmur dan dikerjakan secara gotong royong oleh Kelompok Tani Dusun Wairlong. Jagung hibrida jenis BISI 18 tersebut diketahui telah ditanam sejak 3 November 2025 dan saat ini telah memasuki usia 66 hari, dengan kondisi tanaman yang mulai memasuki fase pembungaan awal.
Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung hibrida BISI 18 terpantau tumbuh dengan baik, sehat, dan relatif seragam. Penyiangan rumput dan gulma telah dilakukan oleh kelompok tani sebagai bagian dari perawatan tanaman, meskipun pemupukan tahap kedua masih tertunda akibat kondisi cuaca dan curah hujan yang belum stabil.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Polri, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal serta memberikan pendampingan kepada kelompok tani agar hasil produksi pertanian dapat maksimal,” ujar AIPDA Yosep P. Koles di sela-sela kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, petugas juga berdialog langsung dengan kelompok tani untuk menyerap aspirasi dan kendala yang dihadapi di lapangan. Adapun beberapa tantangan yang saat ini dihadapi kelompok tani antara lain curah hujan yang tidak menentu, sehingga mempengaruhi jadwal pemupukan lanjutan, serta mulai munculnya hama ulat daun yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman apabila tidak segera ditangani.
Meski demikian, semangat dan kekompakan kelompok tani Dusun Wairlong patut diapresiasi. Kelompok tani yang diketuai oleh Adeti Dua bersama anggota lainnya tetap aktif melakukan perawatan tanaman, termasuk penyiangan lanjutan terhadap gulma yang masih tumbuh di beberapa titik lahan.
Sebagai langkah antisipatif, direncanakan pada minggu depan akan dilakukan pemupukan tahap kedua serta penyemprotan pestisida guna menekan perkembangan hama ulat daun dan menjaga kualitas pertumbuhan jagung hingga masa panen.
Polres Sikka melalui jajaran Polsek Kewapante menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, memantau, dan mendampingi pelaksanaan Program Ketahanan Pangan, khususnya di wilayah pedesaan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendorong keberhasilan program strategis nasional dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Dengan sinergi antara Polri, pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok tani, Program Ketahanan Pangan di Desa Wairkoja diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat serta menjadi contoh pengelolaan pertanian berbasis kolaborasi di Kabupaten Sikka. [Cm24]


