“Sinergi TNI–Polri di Dermaga Lorensius Say, Wakapolres Sikka Hadiri Penyambutan Danguspurla Koarmada II”
Kedatangan Danguspurla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Hendra Hartono, S.H., M.Han menggunakan KRI Tongkol-813 di Pelabuhan Lorensius Say Maumere dalam rangka Operasi Perisai Jaladhi 2026 berlangsung aman, tertib, dan penuh sinergi dengan unsur Forkopimda Kabupaten Sikka. Kegiatan menunjukkan komitmen kuat TNI AL dalam memperkuat pengamanan dan kedaulatan wilayah laut, khususnya di kawasan timur Indonesia. Situasi terpantau kondusif dan terkendali.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 27 Februari 2026 – Deru mesin kapal perang memecah tenang perairan Maumere, Jumat (27/2/2026) pagi. Tepat pukul 10.20 Wita, KRI Tongkol-813 milik TNI Angkatan Laut bersandar gagah di Dermaga 1 Pelabuhan Lorensius Say Maumere, menandai tibanya Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Hendra Hartono, S.H., M.Han.

Kehadiran perwira tinggi TNI AL tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Ia datang dalam rangka pelaksanaan Operasi Perisai Jaladhi 2026—sebuah operasi strategis yang menjadi garda terdepan penguatan pengamanan laut dan penegakan kedaulatan negara di wilayah perairan Indonesia bagian timur.

Tak lama setelah kapal merapat, suasana dermaga berubah menjadi arena kehormatan. Pada pukul 10.30 Wita, Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriyadi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sikka menyambut langsung Danguspurla Koarmada II.

Barisan pejabat daerah dan unsur vertikal berdiri sejajar—simbol nyata soliditas dan sinergitas lintas institusi. Hadir dalam penyambutan tersebut antara lain Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S., M.Tr.Opsla; Wakapolres Sikka Kompol Nofi Posu, S.H., S.I.K., M.H. mewakili Kapolres Sikka; Kajari Sikka Armadha Tangdibali, S.H., M.H.; Ketua Pengadilan Negeri Nithanel Nahsyun Ndaumanu, S.H., M.H.; Kepala Basarnas Maumere Fathur Rahman; Wakil Ketua II DPRD Sikka Herlindis Donata Darato; perwakilan Bea Cukai, KSOP Maumere Ryan Patigor Hutabarat, Pelindo Maumere, serta personel Lanal Maumere.
Momen tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan representasi komitmen kolektif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah maritim Kabupaten Sikka.
Pada pukul 10.45 Wita, Danguspurla Koarmada II bersama unsur Forkopimda melaksanakan pertemuan di atas geladak KRI Tongkol-813. Dari atas kapal perang yang menjadi simbol kekuatan laut Indonesia itu, terbangun dialog dan koordinasi strategis terkait dinamika keamanan laut, potensi kerawanan wilayah perairan, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung operasi.
Operasi Perisai Jaladhi 2026 sendiri difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan unsur tempur laut, patroli keamanan maritim, serta penegakan hukum di laut terhadap berbagai potensi ancaman, mulai dari pelanggaran wilayah, penyelundupan, hingga aktivitas ilegal lainnya. Kehadiran unsur gugus tempur di Maumere menunjukkan bahwa kawasan timur Nusantara mendapat perhatian serius dalam peta strategi pertahanan nasional.
Sekitar pukul 11.30 Wita, Laksamana Pertama TNI Hendra Hartono meninggalkan Dermaga 1 Pelabuhan Lorensius Say Maumere menuju Pangkalan TNI AL Maumere yang berlokasi di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Agenda kunjungan kerja berlanjut dalam lingkup internal pembinaan dan pengecekan kesiapan unsur TNI AL di wilayah tersebut.
Hingga laporan ini disampaikan, KRI Tongkol-813 masih bersandar di Pelabuhan Lorensius Say Maumere sebagai bagian dari rangkaian kegiatan operasi. Situasi terpantau aman dan kondusif, dengan monitoring oleh Piket Siaga Intel Polres Sikka. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib tanpa gangguan berarti.
Kedatangan Danguspurla Koarmada II ke Maumere menjadi pesan tegas bahwa negara hadir di laut. Di tengah dinamika kawasan dan kompleksitas tantangan maritim, Operasi Perisai Jaladhi 2026 menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk menjaga perairan Indonesia tetap aman, berdaulat, dan terkendali.
Maumere pagi itu bukan hanya menjadi titik sandar kapal perang, tetapi juga panggung penguatan sinergi pertahanan dan pemerintahan daerah—sebuah kolaborasi yang menjadi fondasi kokoh bagi keamanan dan stabilitas wilayah Nusa Tenggara Timur. [Cm24]


