Terapi USEFT Jadi Langkah Humanis Bag SDM Polres Sikka dalam Mendukung Pemulihan Personel

Pelaksanaan terapi USEFT terhadap empat personel Sidokkes Polres Sikka berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Terapi memberikan dampak positif berupa meningkatnya ketenangan, berkurangnya beban emosional, serta tumbuhnya semangat dan optimisme personel dalam menjalani proses pemulihan kesehatan maupun pelaksanaan tugas kedinasan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Bag SDM Polres Sikka dalam mendukung pembinaan personel secara menyeluruh melalui pendekatan fisik, psikologis, emosional, dan spiritual guna mewujudkan sumber daya manusia Polri yang sehat, tangguh, dan profesional.

Terapi USEFT Jadi Langkah Humanis Bag SDM Polres Sikka dalam Mendukung Pemulihan Personel
Bag SDM Polres Sikka Gelar Terapi USEFT, Bangkitkan Semangat dan Ketahanan Mental Personel Sidokkes

Maumere, 10 Juli 2926. Tribratanewssikka.com – Komitmen Polres Sikka dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan siap melaksanakan tugas tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan fisik, tetapi juga melalui perhatian terhadap kesehatan mental, emosional, dan spiritual personelnya. 

Sebagai bentuk kepedulian tersebut, Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Sikka kembali melaksanakan terapi Universal Spiritual Emotional Freedom Technique (USEFT) kepada personel yang sedang mengalami gangguan kesehatan, Jumat (10/7/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA di Ruang Konseling Bag SDM Polres Sikka ini diikuti oleh empat personel Sidokkes Polres Sikka yang tengah menjalani proses pemulihan dengan kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Terapi dipandu langsung oleh IPDA Aloysius Rusyudi Mangge, S.Psi., CUSEFT, selaku Praktisi USEFT Polres Sikka, yang selama ini aktif memberikan pendampingan psikologis, emosional, dan spiritual kepada personel.

 

Sejak awal kegiatan, suasana konseling berlangsung hangat, penuh empati, dan humanis. Masing-masing personel diberikan kesempatan untuk mengungkapkan berbagai keluhan, tekanan batin, rasa cemas, maupun beban emosional yang selama ini dirasakan akibat kondisi kesehatan yang mereka alami. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun rasa percaya sekaligus membuka ruang pemulihan yang lebih menyeluruh.

 

Setelah memperoleh pemahaman mengenai konsep dan manfaat terapi USEFT, seluruh peserta dengan penuh kesadaran mengikuti setiap tahapan terapi. Proses diawali dengan teknik release, yakni pelepasan berbagai emosi negatif seperti kecemasan, ketakutan, kesedihan, kekecewaan, maupun beban psikologis lainnya yang diyakini dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang. Tahapan ini menjadi fondasi penting untuk membantu peserta menerima kondisi yang sedang dihadapi dengan lebih lapang.

 

Selanjutnya, terapi dilanjutkan dengan teknik tapping pada 17 titik meridian tubuh yang dipadukan dengan doa, afirmasi, dan sugesti-sugesti positif. Metode ini bertujuan membantu menyeimbangkan energi tubuh, meredakan ketegangan emosional, serta memperkuat kondisi mental agar lebih tenang, optimistis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun tugas kedinasan.

 

Sebagai penutup, seluruh peserta menjalani locking process, yaitu proses penguatan hasil terapi agar sugesti positif yang telah dibangun dapat tertanam lebih kuat dalam pikiran bawah sadar. Tahapan ini menjadi bagian akhir yang penting untuk memperkokoh keyakinan diri, meningkatkan semangat hidup, serta membangun motivasi dalam menjalani proses pemulihan kesehatan.

 

Hasil terapi menunjukkan respons yang sangat positif. Keempat personel mengaku merasakan perubahan yang nyata setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Perasaan cemas dan beban pikiran yang sebelumnya dirasakan mulai berkurang, suasana hati menjadi lebih tenang, pikiran terasa lebih jernih, serta muncul optimisme baru untuk menjalani proses penyembuhan. 

 

Mereka juga menyampaikan rasa syukur atas pendampingan yang diberikan dan berkomitmen untuk terus menjaga kesehatan fisik, mental, serta spiritual sebagai modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Pelaksanaan terapi USEFT ini menjadi bukti bahwa pembinaan personel di lingkungan Polres Sikka dilaksanakan secara komprehensif dan berorientasi pada kesejahteraan anggota. Kesehatan personel dipandang tidak hanya dari aspek fisik semata, tetapi juga dari keseimbangan psikologis, emosional, dan spiritual yang menjadi fondasi penting dalam membentuk anggota Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas.

 

Melalui pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan, Bag SDM Polres Sikka terus menghadirkan inovasi pembinaan yang adaptif terhadap kebutuhan personel. Terapi USEFT diharapkan menjadi salah satu media pendamping yang mampu membantu personel mengelola stres, memperkuat daya tahan mental, meningkatkan kualitas hidup, serta membangun semangat baru dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

 

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Sikka dalam mewujudkan transformasi sumber daya manusia Polri yang unggul melalui pembinaan yang holistik, sejalan dengan semangat Polri Presisi, yaitu menghadirkan organisasi kepolisian yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan dengan mengedepankan pelayanan yang profesional, modern, dan terpercaya. [Cm24]