MEMBENTENGI BALIK JERUJI: Sinergi Tajam Satresnarkoba Polres Sikka dan Rutan Maumere Sapu Bersih Ancaman NAPZA
Satresnarkoba Polres Sikka sukses melaksanakan pendampingan tes urin rutin bagi narapidana di Rutan Kelas II Maumere sebagai langkah preventif memutus rantai peredaran NAPZA. Sinergi ini bertujuan memastikan lingkungan Rutan tetap steril, sekaligus mengedukasi warga binaan agar berkomitmen menjadi pelopor dalam menolak masuknya narkoba ke dalam sel. Kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WITA dengan hasil yang aman dan kondusif.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 6 April 2026 – Upaya memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di Kabupaten Sikka tidak hanya berhenti di jalanan protokol atau pintu masuk pelabuhan. Di bawah komando IPTU Faisal S. Alang, S.H., M.H., Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sikka membuktikan bahwa pengawasan ketat juga menjangkau hingga ke balik jeruji besi.

Pada Senin pagi (06/04/2026), suasana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Maumere tampak berbeda. Sejak pukul 09.00 WITA, jajaran Satresnarkoba Polres Sikka hadir bukan untuk melakukan penangkapan, melainkan untuk sebuah misi preventif yang krusial: Pemeriksaan Rutin Tes Urin bagi Narapidana.
Kehadiran IPTU Faisal Alang tidak sendirian. Ia memboyong tim intinya, mulai dari Kanit I Bripka Antonius Krismianto Tolek, Kanit II Aipda Paulinus Chalindra Mossa, S.Sos, hingga personel muda Bripda Dito Mendonca.
Langkah kolaboratif ini disambut hangat oleh otoritas Rutan, yang diwakili oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Joanes Chrysostomus Pati, bersama Kasubsi Pelayanan Tahanan, Hendra Dharmawan Maulana, serta tim medis rutan.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah bentuk komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan Rutan yang bersih dari penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).
Ada pesan mendalam yang "menggigit" dalam arahan yang disampaikan di tengah-tengah kegiatan tersebut. Kasat Resnarkoba IPTU Faisal Alang menegaskan bahwa tembok penjara seharusnya menjadi tempat bagi warga binaan untuk memulihkan diri, bukan justru menjadi celah baru bagi peredaran gelap narkoba.
"Kami ingin semua narapidana di sini bukan hanya patuh pada aturan, tetapi harus naik kelas menjadi pelopor. Kalian adalah garda terdepan yang harus berani menolak dan menutup rapat pintu masuk narkoba ke dalam Rutan Kelas II Maumere ini," tegas IPTU Faisal di hadapan para warga binaan.
Pesan ini menjadi alarm bagi siapa pun yang mencoba bermain-main dengan zat terlarang di dalam institusi tersebut. Penekanan pada aspek "pelopor" memberikan beban moral sekaligus tanggung jawab baru bagi para narapidana untuk menjaga lingkungan mereka tetap steril.
Satu per satu narapidana menjalani prosedur tes urin di bawah pengawasan ketat personel Polri dan petugas Rutan. Perawat rutan, Roynaldo Minggus, memastikan setiap tahapan medis berjalan sesuai prosedur, sementara para peserta magang turut menyaksikan proses yang berlangsung transparan ini.
Hingga jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WITA, kegiatan berakhir dengan catatan impresif. Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan terkendali. Tidak ada celah bagi tindakan indisipliner selama proses berlangsung.
Langkah preventif ini diharapkan menjadi pesan kuat bagi masyarakat luas: bahwa Polres Sikka dan Rutan Kelas II Maumere tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi NAPZA untuk tumbuh, bahkan di tempat yang paling terisolasi sekalipun.
Operasi "Bersih-Bersih" ini adalah janji, bahwa hukum tetap tegak dan kesehatan mental warga binaan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. [Cm24]


