Ribuan Pelajar di Koting dan Nelle Terima Makan Bergizi Gratis, Polres Sikka Polda NTT Pastikan Distribusi Berjalan Aman dan Tepat Sasaran

Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Koting dan Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, pada hari pertama berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1.176 orang. Kegiatan terlaksana secara terkoordinasi dan profesional, melibatkan tenaga lokal, serta dimonitor langsung oleh Polres Sikka sehingga situasi tetap kondusif hingga kegiatan berakhir.

Ribuan Pelajar di Koting dan Nelle Terima Makan Bergizi Gratis, Polres Sikka Polda NTT Pastikan Distribusi Berjalan Aman dan Tepat Sasaran
“1.176 Pelajar di Koting dan Nelle Terima Makan Bergizi Gratis, Polres Sikka Polda NTT Pastikan Distribusi Aman dan Tepat Sasaran”

Tribratanewssikka.com - Maumere, 12 januari 2026 — Pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Hal ini terlihat dari pelaksanaan penyaluran MBG yang berlangsung pada Senin (12/1/2026) di wilayah Kecamatan Koting dan Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, yang mendapat pengawalan dan monitoring langsung dari jajaran Polres Sikka.

Sejak pukul 08.00 WITA, aktivitas pendistribusian makanan bergizi mulai dilakukan ke sejumlah sekolah dasar, taman kanak-kanak, hingga sekolah menengah pertama. Program strategis nasional ini dilaksanakan oleh Dapur SPPG Koting yang dikelola oleh Yayasan Garuda Bakti Flores, beralamat di Desa Koting A, Kecamatan Koting.

 

Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 1.176 peserta didik tercatat sebagai penerima manfaat. Jumlah tersebut merupakan hasil pemetaan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyasar wilayah Koting dan Nelle sebagai bagian dari upaya pemerataan pemenuhan gizi anak usia sekolah.

 

Dapur SPPG Koting berada di bawah tanggung jawab Drs. Sabinus Nabu selaku pemilik yayasan. Operasional harian dikelola oleh Yoseph Elfrid Baga Bata sebagai Kepala SPPG, dengan dukungan Maria Kristina selaku Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) serta Agnes Grestelina Filina Gobang sebagai tenaga ahli gizi.

 

Menariknya, dalam mendukung pelaksanaan program ini, pihak yayasan memberdayakan 43 orang karyawan lokal yang seluruhnya berdomisili di sekitar wilayah dapur. Langkah ini tidak hanya memastikan efektivitas distribusi, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

 

Untuk menjamin kualitas dan ketepatan waktu distribusi, yayasan mengoperasikan dua unit kendaraan roda empat yang telah memenuhi standar dan ketentuan dari BGN. Distribusi MBG dijadwalkan berlangsung enam hari kerja, mulai Senin hingga Sabtu setiap minggunya.

 

Adapun sasaran penerima manfaat mencakup berbagai jenjang pendidikan. Pada tingkat taman kanak-kanak, program ini menyentuh TK Marselino Nelle, TK Bunda Hati Kudus Yesus Nelle, dan TK Maria Pia Mastena Koting.

 

Sementara di jenjang sekolah dasar, MBG disalurkan ke 14 SD yang tersebar di Kecamatan Koting dan Nelle, antara lain SDK Koting I, SDI Koting, SDK Gehak, SDI Wutik, SDK Diler, SDI Arat, SDI Wolahuler, SDK Tomu, SDK Halat, SDK Baluele, SDI Keduwaer, SDI Kode, SDK Nelle I, dan SDK Nelle II.

 

Pada jenjang sekolah menengah pertama, SMP Susila Koting menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dengan jumlah 163 siswa. Selain peserta didik, guru-guru di sekolah sasaran juga turut menerima paket MBG.

 

Guna memastikan program berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran, Polres Sikka melakukan monitoring langsung di lapangan. Pengawasan dilakukan oleh Kanit Intelkam Polsek Nelle, AIPTU Syamsudiman, yang memantau seluruh rangkaian pendistribusian dari dapur hingga ke lokasi penerima manfaat.

 

Monitoring ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah potensi kendala distribusi sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

 

Kegiatan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Koting dan Nelle berakhir sekitar pukul 11.00 WITA. Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, tanpa adanya gangguan keamanan maupun hambatan berarti.

 

Program MBG ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda Kabupaten Sikka yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, penyelenggara program, dan aparat kepolisian dalam mendukung kebijakan strategis nasional. [Cm24]