"Langkah Iman Menyusuri Kota Maumere, Kirab Salib NYD Berlangsung Khidmat dan Aman"
Kegiatan Perarakan Kirab Salib NYD (Nusra Youth Day) di wilayah Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, berlangsung dengan khidmat, tertib, dan aman. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat sinergi yang baik antara panitia, OMK, umat, serta dukungan pengamanan dari Polres Sikka dan unsur terkait, sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif hingga kegiatan berakhir.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 9 Januari 2026 – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Kota Maumere pada Kamis malam, 8 Januari 2026, saat ratusan umat Katolik mengikuti Perarakan Kirab Salib Nusra Youth Day (NYD) yang digelar oleh Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Maumere. Kegiatan iman yang sarat makna ini berlangsung tertib dan aman dengan pengamanan serta monitoring dari jajaran Polres Sikka.

Prosesi kirab dimulai dari Gereja Paroki St. Gabriel Waioti, yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Sejak pukul 18.00 Wita, umat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pengantaran Salib NYD dari OMK Paroki St. Gabriel Waioti menuju OMK Gereja Stasi St. Stefanus Martir Brai, sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut Indonesian Youth Day (IYD).

Kegiatan tersebut dimonitor langsung oleh Unit III Sat Intelkam Polres Sikka yang dipimpin oleh Kanit Sosial Budaya, AIPDA Ida Bagus Gede Juliana, bersama dua personel. Monitoring dilakukan guna memastikan kegiatan keagamaan berjalan lancar serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Perarakan Kirab Salib dipimpin oleh Pastor Paroki St. Gabriel Waioti, RD. Laurensius Noi, didampingi para imam dan biarawan/biarawati. Salib suci yang menjadi simbol pengorbanan Kristus diarak dengan penuh hormat oleh OMK dan umat, melewati sejumlah ruas jalan utama di wilayah Alok Timur.
Adapun rute perarakan dimulai dari Gereja Paroki St. Gabriel Waioti, menyusuri Jalan Jenderal Sudirman ke arah barat, kemudian belok kiri menuju Jalan Adi Sucipto, kembali ke utara ke Jalan Jenderal Sudirman, lalu bergerak ke arah barat hingga pertigaan Jalan Brai (belakang Kodim). Dari titik tersebut, perarakan berlanjut menyusuri Jalan Brai dan berakhir di Gereja Stasi St. Stefanus Martir Brai, Kelurahan Nangameting.
Sekitar ±300 umat dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam prosesi ini, mulai dari OMK Paroki St. Gabriel Waioti, OMK Gereja Stasi St. Stefanus Martir Brai, umat KUB, hingga masyarakat sekitar. Tema kegiatan, “Kirab Salib Suci”, menjadi pengingat akan makna salib sebagai sumber iman, pengharapan, dan persatuan umat Katolik, khususnya bagi generasi muda.
Rangkaian kegiatan diawali sejak pukul 17.30 Wita dengan persiapan dan pengumpulan peserta di halaman Gereja Paroki St. Gabriel Waioti. Setibanya di lokasi penerimaan sekitar pukul 18.40 Wita, acara dilanjutkan dengan prosesi penyambutan yang meliputi pembukaan oleh MC, pergantian petugas pembawa Salib, pengalungan, doa bersama, serta penampilan lagu dan tarian bernuansa liturgis.
Pada pukul 18.45 Wita, Salib NYD kembali diarak dari gapura penerimaan menuju Gereja Stasi St. Stefanus Martir Brai. Susunan perarakan berlangsung rapi, diawali dengan pembawa baliho dan ajuda, diikuti penari misdinar, pembawa Salib, OMK Stasi St. Stefanus Martir Brai, umat, serta OMK Paroki St. Gabriel Waioti yang turut mengantar hingga lokasi tujuan.
Salib diterima secara resmi pada pukul 18.50 Wita, yang kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi (Misa) yang dipimpin langsung oleh RD. Laurensius Noi. Misa berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh refleksi, menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan kirab.
Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan secara terbuka oleh personel Polres Sikka yang dipimpin oleh KBO Sat Lantas Polres Sikka, IPTU Efraim Emanuel. Pengamanan turut didukung oleh PAM Swakarsa dari OMK Paroki St. Gabriel Waioti dan OMK Stasi St. Stefanus Martir Brai sebanyak ±200 orang, THS/THM sekitar 30 orang, serta 6 personel Linmas. Pengaturan arus lalu lintas dilakukan di sepanjang jalur perarakan guna menjamin kelancaran dan keselamatan peserta maupun pengguna jalan lainnya.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 19.20 Wita, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa adanya gangguan kamtibmas. Kehadiran aparat kepolisian bersama unsur pengamanan internal umat menjadi faktor pendukung utama suksesnya kegiatan tersebut.
Sebagai informasi lanjutan, pada 12 Januari 2026 mendatang, Kirab Salib NYD dijadwalkan kembali dilaksanakan dari Gereja Stasi St. Stefanus Martir Brai menuju Gereja Paroki St. Thomas Morus Maumere, sebagai bagian dari estafet iman dan persaudaraan OMK di wilayah Keuskupan Maumere.
Kirab Salib NYD tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan semata, namun juga mencerminkan kuatnya sinergi antara umat, pemuda, dan aparat keamanan dalam menjaga kerukunan serta kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sikka. [Cm24]


